- Warga Kalimantan Barat sering mengalami kendala sinyal ponsel akibat IMEI perangkat luar negeri belum terdaftar resmi.
- Pemerintah memblokir jaringan seluler pada perangkat ilegal yang masuk ke Indonesia tanpa prosedur pabean yang berlaku.
- Pembeli wajib memastikan legalitas perangkat serta mendaftarkan IMEI melalui Bea Cukai saat tiba di pintu masuk.
Bagi pelancong atau pembeli gadget dari luar negeri, pemerintah menyediakan fasilitas registrasi IMEI melalui Bea Cukai.
Registrasi bisa dilakukan:
- Di bandara
- Pelabuhan
- Pos lintas batas tertentu
Pengguna biasanya perlu menunjukkan:
- Paspor atau identitas
- Tiket perjalanan
- Invoice pembelian gadget
- Jika nilai barang melewati batas tertentu, bisa dikenakan pajak sesuai aturan yang berlaku.
Warga Perbatasan Kalbar Perlu Lebih Waspada
Wilayah Kalimantan Barat memiliki mobilitas lintas negara yang cukup tinggi, terutama menuju Malaysia. Karena akses perjalanan relatif dekat, pembelian gadget luar negeri menjadi hal yang cukup umum dilakukan.
Namun banyak pembeli masih menganggap semua ponsel otomatis bisa dipakai di Indonesia.
Padahal sistem pemblokiran IMEI kini semakin ketat. Akibatnya, tidak sedikit pengguna yang baru sadar ketika kartu SIM lokal tidak bisa digunakan setelah sampai di Pontianak.
Perangkat luar negeri memang bisa menjadi pilihan menarik, terutama untuk model tertentu yang belum tersedia resmi di Indonesia.
Namun tanpa pengecekan IMEI dan dokumen lengkap, harga murah justru bisa berubah menjadi kerugian.
Baca Juga: Tips Aman Tukar Ringgit di Pontianak: Cara Dapat Kurs Terbaik dan Hindari Penipuan
Sebab ponsel mahal sekalipun akan terasa percuma jika tidak dapat menangkap jaringan seluler saat digunakan sehari-hari.
Karena itu, sebelum belanja gadget di perbatasan, pastikan satu hal penting ini sudah aman: IMEI perangkat benar-benar siap dipakai di Indonesia.
Berita Terkait
-
Tips Aman Tukar Ringgit di Pontianak: Cara Dapat Kurs Terbaik dan Hindari Penipuan
-
Mana Lebih Hemat? Adu Harga Sembako Pontianak vs Kuching, Hasilnya Tak Terduga
-
AJI Pontianak Soroti Nasib Pekerja Media di May Day, Kesejahteraan Masih Rentan
-
Dari Open Dumping ke Sanitary Landfill, Benarkah Masalah Sampah di Pontianak Sudah Selesai?
-
5 Tips Berburu Sarapan Enak di Pontianak, Datang Lebih Pagi Sebelum Menu Favorit Habis
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
BRI Apresiasi BRILink Agen dengan Emas, Aktivasi 50 Nasabah Raih 1 Gram
-
Siswa SD Urung Makan Setelah Temukan Ayam Berulat dalam Menu MBG