Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus VCS Diduga Anggota DPRD Sambas, Polisi Ungkap Ada Dugaan Pemerasan

Husna Rahmayunita Jum'at, 18 September 2020 | 15:44 WIB

Kasus VCS Diduga Anggota DPRD Sambas, Polisi Ungkap Ada Dugaan Pemerasan
Ilustrasi video mesum. (dok. Serujambi).

Siko mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari pihak yang merasa dirugikan.

SuaraKalbar.id - Rekaman video call seks (VCS) yang diduga dilakukan anggota DPRD Sambas, Kalimantan Barat menjadi buah bibir.

Pihak berwajib tengah mengusut tuntas kasus tersebut. Hal itu dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polres Sambas, Iptu Siko Sesaria Putra.

Siko mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari pihak yang merasa dirugikan. 

"Pada Senin (14/9/2020), datang salah seorang pelapor untuk melaporkan sesuatu kejadian yang dialami oleh dirinya. Kejadian itu diduga suatu tindak pidana pemerasan," ujar Kasat Reskrim saat dihubungi SuaraKalbar.id, Kamis (17/9/2020).

Polres Sambas pun akan menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan penyelidikan terhadap sejumlah saksi.

"Kami akan panggil dan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti yang ada," tuturnya.

Lebih lanjut Siko menerangkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Tim Siber Polda Kalbar untuk mengungkap dalang di balik beredarnya video tersebut.

Pasalnya, kasus ini berkaitan dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kita dari jajaran Polres Sambas juga akan berkordinasi dengan Polda Kalbar Karena ini kejadian di media sosial," kata Kasat.

Untuk diketahui, rekaman VCS yang diduga anggota DPRD Sambas viral di media sosial.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait