alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tewas Penuh Luka, Penyebab Kematian Bocah 7 Tahun di Singkawang Terungkap

Husna Rahmayunita Jum'at, 04 Desember 2020 | 21:47 WIB

Tewas Penuh Luka, Penyebab Kematian Bocah 7 Tahun di Singkawang Terungkap
Ilustrasi - lokasi penemuan jenazah bocah 7 tahun tewas di Singkawang.[suara.com/Nur Habibie]

Ibu tiri korban kini ditahan.

SuaraKalbar.id - SL alias V, seorang bocah berusia 7 tahun di Singkawang, Kalimantan Barat ditemukan tewas dalam kondisi badan penuh luka lebam pada Rabu (25/11/2020).

Ditemukan dalam kondisi tak wajar, penyebab kematian korban sempat menyisakan teka-teki. Sempat muncul spekulasi, korban meninggal karena kekerasan.

Terkini, Kepolisian Resor Singkawang mengungkapkan penyebab kematian bocah malang tersebut. Ternyata ada kaitannya dengan sang ibu tiri. 

"Korban berinisial SL alias V, di mana informasi ini kami dapatkan dari masyarakat yang menyampaikan ada dugaan kematian yang tidak wajar terhadap seorang anak di wilayah Sijangkung pada Rabu (25/11) lalu," kata Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo dalam konferensi pers, Jumat (4/12).

Baca Juga: Bocah 10 Tahun Hilang, Diduga Tenggelam saat Main di Banjir Kanal Timur

Mendapat informasi tersebut, anggota Polres Singkawang mendatangi lokasi dan ternyata benar ada seorang anak yang telah meninggal.

Saat itu, kata Prasetiyo, kondisi korban sudah dibersihkan dan dipakaikan dengan pakaian yang bagus dan siap untuk diberangkatkan ke yayasan pemakaman.

Ibu tiri korban berinisial SS, menyampaikan bahwa korban meninggal karena sakit atau step.

Pengungkapan kasus dugaan kekerasan bocah 7 tahun yang terjadi di Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, Jumat (Antara/Rudi)
Pengungkapan kasus dugaan kekerasan bocah 7 tahun yang terjadi di Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, Jumat (Antara/Rudi)

Namun, ketika anggota kepolisian melakukan observasi kepada tubuh korban, ditemukan beberapa luka lebam akibat trauma benda tumpul.

"Dengan temuan tersebut, kami harus meminta untuk dilakukan visum ulang. Awalnya ibu tiri korban tidak bersedia, namun kami tetap berupaya dan akhirnya pada 27 November terhadap ibu tiri korban resmi kami lakukan penangkapan dan penahanan," ujarnya.

Baca Juga: Asyik Main Bola di Halaman Sekolah, Siswa di Pamekasan Meninggal Kesetrum

Alasannya, karena berdasarkan hasil visum luar dan autopsi terhadap korban V, memang ditemukan beberapa luka trauma akibat benturan benda tumpul di beberapa bagian tubuh korban seperti jari tangan, kepala, kepala bagian belakang dekat telinga sebelah kiri, punggung dan perut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait