alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cowok Dibungkus Plastik dan Diikat di Pohon, Gegara Ogah Bayar Tato

Husna Rahmayunita | Dwi Atika Nurjanah Rabu, 13 Januari 2021 | 11:57 WIB

Cowok Dibungkus Plastik dan Diikat di Pohon, Gegara Ogah Bayar Tato
Ilustrasi tato. (Shutterstocks)

Pada awalnya, orang mengira bahwa hal itu sebagai bahan bercandaan yang dibuat temannya atau aksi tukang tato.

SuaraKalbar.id - Viral di media sosial, foto seorang cowok setengah telanjang dibungkus plastik. Pria itu juga diikat di pohon hingg menjadi tontonan orang di jalan.

Usut punya usut, pria itu ternya tengah mendapat hukuman. Dia berulah, tak mau membayar tato yang sudah digambar ditubuhnya.

Kontan saja ulahnya membuat geram para seniman tato,

Menyadur dari Odditycentral.com, kejadian tersebut terjadi di Hanoi, Vietnam. Pria tersebut diduga tidak bisa membayar tatonya.

Baca Juga: Viral Dokter Beri Tips Keramas Sesuai Prokes Covid, Warganet Kira Bercanda

Berdasarkan foto yang beredar, cowok tersebut dibungkus dan diikat di sebuah pohon.

Dia tampak mengenakan helm sepeda dan tubuhnya dibungkus dengan plastik yang tembus pandang.

Sementara itu, di bagian dadanya terdapat tulisan 'Saya benci membayar tato'.

Pada awalnya, orang mengira bahwa hal itu sebagai bahan bercandaan yang dibuat temannya atau aksi tukang tato.

Namun, tak lama kemudian seorang pria berinisial NQT mengaku sebagai seniman tato yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Baca Juga: Keterlaluan! Korban Sriwijaya Air Didoakan Pria Ini Bertemu Spongebob

Viral pria dibungkus plastik. (odditycentral)
Viral pria dibungkus plastik. (odditycentral)

Dalam sebuah postingan di media sosial, pemilik salon tato itu menjelaskan bahwa pria tersebut datang dan meminta untuk ditato.

Akan tetapi, ketika waktu membayar, dia hanya melunasi sebagian dari tagihan. Akhirnya, pria tersebut didatangi oleh rombongan seniman tato dan menjemputnya.

Pria tersebut diberikan hukuman oleh para seniman tato itu untuk diberikan pelajaran. Namun hingga saat ini, polisi belum menangani kasus ini lebih lanjut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait