Athar kini sudah dimakamkan dalam satu liang lahat bersama sepupu, bibi dan kakek neneknya.
Pemakaman dilakukan di Tempat Pemakaman Muslim Babusalam Gang Alhikmah, Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, pagi tadi dan dihadiri ratusan pelayat.
![Jenazah lima keluarga besar Iwan Kurniawan disalatkan di Masjid Al Hikmah, Jalan dr Wahidin, Minggu (24/1/2021) pagi. [Suara.com/Ocsya Ade CP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/24/41345-salah-jenazah-korban-sriwijaya-air-sj-182.jpg)
Selain Athar, turut jadi korban Sriwijaya Air SJ 182 yaitu bibinya, Ratih Windania (26) dan anaknya Yumna Fanisyatuzahra (3).
Lalu Toni Ismail (59) dan Rahmawati (59), kedua orang tua Ratih.
Baca Juga:Tangisan Pecah, 5 Jasad Korban Sriwijaya Air Dimakamkan Satu Liang Lahad
Jenazah diterbangkan dari Jakarta ke Pontianak menggunakan Sriwijaya Air SJ 184. Setibanya di pintu kedatangan VIP Pemda Kalbar, Bandara Internasional Supadio Pontianak, Minggu (24/1/2021) pagi, isak tangis pun tak terbendung hingga ke tempat peristirahatan terakhir.
Athar ikut bersama bibinya Ratih terbang dari Jakarta. Selain Athar, Ratih kala itu juga bersama putrinya, Yumna Fanisyatuzahra, kedua orang tuanya—Toni Ismail dan Rahmawati—terbang untuk kembali ke Pontianak.
Mereka kala itu usai menghadiri acara keluarga sekaligus berlibur di Bandung, Jawa Barat. Ratih sekeluarga juga sempat mengunjungi kakak lelakinya di sana.
Suami Ratih tidak ikut dalam perjalanan tersebut dan dilaporkan berada di Pontianak untuk menjemput kepulangan Ratih dan anggota keluarga lainnya.
Sayang, pesawat yang ditumpangi Ratih dan sejumlah anggota keluarganya dikabarkan hilang kontak dan tidak pernah mencapai tujuan di Bandara Internasional Supadio Pontianak.
Baca Juga:Isak Tangis Iringi Pemakaman Korban Sriwijaya Air di Lubuklinggau
Ratih diketahui sebagai pemilik usaha kuliner Soto Banjar Ninik Acil di Pontianak. Sebelumnya bekerja di Bank Kalbar Kantor Cabang Sambas. Ia kemudian menikah dengan seorang karyawan Bank Kalbar Cabang Pontianak.