alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lebaran di Pontianak, Jangan Sampai Ada Lagi Klaster Keluarga

Husna Rahmayunita Jum'at, 14 Mei 2021 | 11:07 WIB

Lebaran di Pontianak, Jangan Sampai Ada Lagi Klaster Keluarga
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono (Antara)

Warga Pontianak diminta tetap patuh protokol kesehatan.

SuaraKalbar.id - Warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran tahun ini.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan agar jangan sampai ada lagi kasus Covid-19 dari klaster keluarga.

Pasalnya, kekinian menurut dia, mulai ada peningkatan jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit, yakni sekitar 31 persen.

"Saran saya ketika ada acara keluarga, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dulu, tetap memakai masker dan jaga jarak," ujar Edi seperti dikutip dari Antara, Jumat (14/5/2021).

Baca Juga: Lebaran Idul Fitri, Belasan Ribu Orang Naik Kereta Api Lokal Bandung Raya

"Apalagi saat berkunjung kepada orangtuanya agar selalu dalam keadaan sehat, tetap menerapkan protokol kesehatam," sambungnya.

Edi menyarankan bagi siapa saja yang merasa sakit agar menahan diri dulu untuk tidak menghadiri acara keluarga di sepanjang perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu kembali mengingatkan masyarakat akan terjadinya peningkatan kasus pandemi COVID-19 gelombang ketiga di wilayahnya jika masyarakatnya abai prokes.

"Sejak awal April 2021 ini ada tren kenaikan kasus seperti pada Oktober dan November 2020 lalu, sehingga kami imbau pada masyarakat agar kembali menaati prokes dalam mencegah agar tidak terpapar COVID-19," katanya.

Dia menjelaskan, dalam sebulan terakhir ada tanda-tanda akan terjadi gelombang ketiga,.

Baca Juga: Anjing Pelacak Siaga di Rumah Tahanan, Cegah Penyelundupan di Momen Lebaran

Hal itu, kata dia, bisa dilihat dari peningkatan kasus positif COVID-19, yakni 10-15 sekarang sudah mencapai 30 persen, dan angka hunian inap di rumah sakit juga mengalami peningkatan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait