alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keunikan Danau Sentarum, Surga Flora dan Fauna hingga Danau Musiman

Husna Rahmayunita Rabu, 23 Juni 2021 | 17:00 WIB

Keunikan Danau Sentarum, Surga Flora dan Fauna hingga Danau Musiman
Danau Sentarum di Kalimantan Barat. [Dok Kementerian PUPR]

Jika ingin ke sana, diperlukan waktu 14 jam dari Kota Pontianak.

SuaraKalbar.id - Keunikan Danau Sentarum, salah satu obyek wisata di Kalimantan Barat. Danau Sentarum disebut sebagai danau musiman.

Danau Sentarum juga terkenal sebagai surga flora dan fauna. Lokasinya berada di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Danau ini memiliki luas 132.000 Ha ini berbeda dengan danau pada umumnya. Disebut sebagai danau musiman karena hanya dipenuhi air selama 10 bulan setiap tahunnya.

Selama dua bulan, danau ini akan surut dan membentuk kolam-kolam kecil yang berisi ikan-ikan kecil. Saat kemarau tiba, danau ini memasok setengah jumlah airnya ke Sungai Kapuas.

Baca Juga: Sejarah Melawi, Terkenal Punya Tradisi Perang Petasan

Selain itu, di kedua musim tersebut, di danau ini akan ditemui beragam flora dan fauna yang berbeda. Danau ini juga berada di tujuh kecamatan yang berbeda, yakni Kecamatan Batang Lupar, Nanga Kantuk, Suhaid, Selimbau, Jongkong, Bunut dan terakhir Badau. 

Jika ingin ke sana, diperlukan waktu 14 jam dari Kota Pontianak melalui perjalanan darat dan air. Adapun rute yang dilalui adalah Pontianak - Sintang - Semintau. Kemudian, dari Semitau bisa langsung menuju ke lokasi dengan menggunakan perahu listrik motor menuju Lanjak.

Kawasan Danau Sentarum di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, memiliki pesona alam yang indah. [suara.com/Bowo Raharjo]
Kawasan Danau Sentarum di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, memiliki pesona alam yang indah. [suara.com/Bowo Raharjo]

Bisa juga melalui jalur udara dengan rute Pontianak - Putussibau yang bisa menghabiskan masa tempuh sebanyak dua jam. Kemudian, dari Putussibau menuju Nanga Suhaid dengan longboat yang bisa menghabiskan waktu selama tujuh jam.

Daerah yang ada di sekitar danau ditinggal oleh masyarakat tradisional. Uniknya, mereka telah beradaptasi dengan naik turunnya air danau.

Mereka adalah Suku Dayak Iban, Dayak Sebaruk, Dayak Sonatas, Dayak Kenyah, dan Dayak Punan. Mereka tinggal di rumah panjang yang disebut sebagai Rumah Betang.

Baca Juga: Gegara Terjangan Banjir, Kapuas Hulu Kini Defisit 3.000 Ton Beras

Dalam satu rumah, dihuni oleh lima sampai delapan kepala keluarga. Namun, ada pula yang dihuni oleh 15 sampai 30 kepala keluarga. Panjang rumah ini biasanya mencapai 186 meter dan lebar 6 meter.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait