alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harga Stabil saat Pandemi, Dua Komoditas Asal Kalbar Jadi Andalan Warga

Husna Rahmayunita Sabtu, 07 Agustus 2021 | 11:28 WIB

Harga Stabil saat Pandemi, Dua Komoditas Asal Kalbar Jadi Andalan Warga
Ilustrasi petani karet di Kalimantan Barat. (Shutterstock)

Agar komoditas tersebut terus menjadi andalan maka kualitas produk mesti ditingkatkan.

SuaraKalbar.id - Situasi pandemi yang belum mereda rupanya tak begitu berdampak bagi penjualan sejumlah komoditas asal Kalimantan Barat (Kalbar).

Buktinya, harga sawit dan karet di Kalbar tetap stabil dalam kondisi ini. Hal itu diungkap oleh Akademisi Ekonomi Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof Dr Eddy Suratman.

Menurutnya dua komoditas asal Kalbar itu menjadi andalan warga karena harga jualnya tetap normal di tengah situasi sulit.

"Di tengah pandemi Covid-19 sektor usaha lainnya terdampak namun di usaha pertanian terutama sawit dan karet menjadi andalan petani atau masyarakat di Kalbar. Harga yang baik membuat pendapatan petani tetap terjaga," ujarnya, Sabtu (7/8/2021).

Baca Juga: Kabar Duka, Turyati Tewas Disayat-sayat, Mayat Dibuang di Kebun Sawit Solam Raya

Ia menambahkan kenaikan harga komoditas sawit baik tandan buah segar (TBS) maupun CPO dan karet sangat berdampak langsung ke masyarakat di Kalbar.

"Ketika komoditas sawit dan karet naik maka masyarakat merasakan karena terlibat langsung. Ini tentu menjadi andalan ekonomi Kalbar. Kemudian petani semakin sejahtera dan terlihat dari nilai tukar petani (NTP)," sambungnya.

Petani plasma sawit. (Antara/Asep Fathulrahman)
Ilustrasi sawit di Kalbar. (Antara/Asep Fathulrahman)

Karenanya, agar komoditas tersebut terus menjadi andalan maka kualitas produk dari sawit dan karet di Kalbar harus ditingkatkan.

"Ketika permintaan tinggi tentu tidak terdampak signifikan namun ketika permintaan rendah maka kualitas yang tinggi yang akan dibeli. Untuk itu kualitas produk andalan daerah ini terus ditingkatkan," kata dia.

Mengenai karet, Eddy menyebut perlu dilakukan pemotongan rantai pasar, seehingga nilai dari harga karet didapatkan petani lebih tinggi.

Baca Juga: Bos SSMS Minta Pemerintah Bantu Pelaku Usaha yang Hampir Bangkrut Imbas Pandemi

"Selama ini masih ada rantai pasar karet yang panjang. Itu harus dipangkas agar petani mendapat harga yang tinggi," paparnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait