Karena berprofesi jadi perawat, mereka hidup secara nomaden. Tercatat pernah tinggal di Ciawi, Indramayu, Banjarmasin, Cililitan, dan kemudian kembali ke Kalimantan Barat
Untuk mengenang jasanya, dibangun monumen Ali Anyang di simpang tiga jalan Trans Borneo Km-5 Kubu Raya, Kalimantan Barat.
(Sekar Jati)
Baca Juga:J.C Oevaang Oeray, Pejuang Dayak dan Pahlawan Kemerdekaan dari Kalimantan Barat