facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Teori Lain di Balik G30SPKI: Operasi Rahasia AS dan CIA

Pebriansyah Ariefana Kamis, 30 September 2021 | 11:32 WIB

Teori Lain di Balik G30SPKI: Operasi Rahasia AS dan CIA
Film G30SPKI [Youtube]

Belakangan ada teori lain yang menyebut bahwa Amerika Serikat (AS), CIA, hingga, Soeharto diduga kuat ikut berperan dalam peristiwa G30S.

SuaraKalbar.id - Di balik pemberontakan G30SPKI atau G30S PKI atau Gerakan 30 September 1965 masih menyasar pada tuduhan Partai Komunis Indonesia sebagai dalang. Namun belakangan ada teori lain yang menyebut bahwa Amerika Serikat (AS), CIA, hingga, Soeharto diduga kuat ikut berperan dalam peristiwa G30S.

Dikutip dari Hops (jaringan Suara.com), keterlibatan pemerintah AS itu dikemukakan oleh seorang dosen dari Universitas Princeton, AS bernama Bradley Simpson dalam makalahnya tahun 2008, yang berjudul Amerika Serikat dan Dimensi Internasional dari Pembunuhan Massal di Indonesia.

Dalam makalah garapannya itu, Bradley menjelaskan niat Pemerintah AS kala itu yang ingin menggulingkan Presiden Soekarno dan Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam upaya untuk memberantas pengaruh paham komunis di wilayah Asia.

Bukti teori dalam makalah itu diperkuat dalam dokumen berkode NSC 5518 yang dikeluarkan Dewan Keamanan Nasional (NSC) AS pada 1955.

Baca Juga: Tragedi Berdarah 1965, Kisah Kelam Penumpasan PKI di Malang Selatan

Menurut dokumen yang dibuka ke publik pada tahun 1994 itu, secara garis besar membahas soal rencana operasi rahasia untuk menjatuhkan Soekarno, jika proklamator tersebut mendukung gerakan sayap kiri (komunisme) di Indonesia.

Dokumen keterlibatan CIA dalam kegiatan menumpas pengaruh komunisme di Indonesia. Foto: cia.gov
Dokumen keterlibatan CIA dalam kegiatan menumpas pengaruh komunisme di Indonesia. Foto: cia.gov

Senada dengan pendapat Bradley, David T. Johnson melalui dokumen ‘Indonesia 1965: The Role of the US Embassy’ juga membeberkan hal serupa, di mana age intelijen CIA, menyiapkan beberapa opsi yang harus dilakukan untuk menghadapi situasi politik Indonesia saat itu.

Tentu opsi itu adalah sebagai bagian dari perang dingin yang berkecamuk antara AS dengan Uni Soviet.

Opsi-opsi tersebut adalah membiarkan situasi politik Indonesia, membujuk Soekarno untuk mengubah kebijakan dalam dan luar negerinya, menyingkirkan Soekarno, mendorong TNI AD merebut pemerintahan, merusak kekuatan PKI, merekayasa kehancuran PKI, hingga melaksanakan kudeta bagi pemerintahan Soekarno.

Kemudian belakangan diketahui bahwa pemerintah AS mengambil opsi terakhir dalam merespon kondisi politik di Indonesia pada 1965.

Baca Juga: Goreng Isu PKI, Gatot Nurmantyo Dicolek Istana: Tidak Terlalu Arif dari Seorang Pak Gatot

Keterlibatan AS dalam peristiwa G30S/PKI, terkuak dalam beberapa dokumen lain.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait