Vaksin Ketiga Pfizer, Cegah Covid-19 Parah dan Kematian, Termasuk dari Virus Corona Delta

"Hasil ini menunjukkan bahwa dosis ketiga vaksin sangat efektif terhadap hasil parah terkait Covid-19."

Denada S Putri
Minggu, 31 Oktober 2021 | 20:45 WIB
Vaksin Ketiga Pfizer, Cegah Covid-19 Parah dan Kematian, Termasuk dari Virus Corona Delta
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin Pfizer. [ANTARA]

SuaraKalbar.id - Kampanye vaksinasi hinggaii dinilai cukup berhasil. Namun, banyak negara mengalami kenaikan kasus infeksi SARS-CoV-2. Diperkirakan, hal itu disebabkan lantaran penularan virus Corona varian Delta (B.1.617.2).

Tak hanya itu saja, berkurangnya kekebalan vaksin yang diberikan beberapa bulan sebelumnya juga menjadi kemungkinan lain sebagai penyebab.

Dari kebangkitan kasus Covid-19, banyak negara merencanakan untuk memberikan booster vaksin Covid-19 berbasis mRNA. Termasuk Pfizer/BioNTech.

Berkaitan dengan hal tersebut, Clalit Research Institute dan peneliti dari Universitas Harvard menganalisis salah satu database catatan kesehatan terbesar di dunia untuk memeriksa efektivitas booster vaksin Pfizer terhadap virus corona varian Delta. Penelitian ini dilakukan di Israel, dan diterbitkan di jurnal The Lancet, lapor Medical Xpress.

Baca Juga:Terpopuler: Gejala Diabetes Pada Kuku Hingga Efek Samping Vaksin Pfizer

Ini adalah studi tentang efektivitas dosis vaksin ketiga terhadap Covid-19 parah dengan menyesuaikan berbagai kemungkinan pembaur, seperti penyakit komorbiditas dan faktor perilaku.

Studi ini berlangsung dari 30 Juli hingga 23 September 2021 lalu, bertepatan dengan gelombang keempat infeksi di Israel, di mana varian Delta sedang mendominasi.

Hasilnya menunjukkan orang yang mendapat dosis vaksin Covid-19 ketiga (7 hari atau lebih) memiliki risiko 93% lebih rendah dirawat di rumah sakit saat terinfeksi Covid-19, risiko terkena Covid-19 parah 92% lebih rendah, dan risiko kematian 81% lebih rendah.

"Hasil ini menunjukkan bahwa dosis ketiga vaksin sangat efektif terhadap hasil parah terkait Covid-19 pada kelompok usia dan subkelompok populasi yang berbeda, satu minggu setelah dosis ketiga," tutur penulis senior Ran Balicer, disadur dari Suara.com, Minggu (31/10/2021).

Sementara itu, menurut peneliti lain Ben Reis, penelitian epidemiologi ini dapat memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang efektivitas vaksin dosis ketiga.

Baca Juga:Malaysia Siap Berikan Vaksin Pfizer-BioNTech untuk Anak Usia 5-11 Tahun

"Kami harap dapat membantu mereka yang belum memutuskan untuk vaksinasi dosis ketiga," tandas Reis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini