Pun merunut pada BPBD Kabupaten Sintang, ada 33.818 kepala keluarga atau 112.962 jiwa yang terdampak banjir. Selain itu, warga mengungsi 7.545 kepala keluarga atau 25.884 jiwa.
"Mereka yang mengungsi berada di 32 pos pengungsian. Korban meninggal dunia sebanyak empat orang selama banjir," kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari seperti dilansir Antara.
Sedangkan dari kerugian material, BPBD setempat masih terus melakukan pendataan. Untuk data sementara per Jumat (19/11/2021), rumah terdampak ada 35.807 unit, jembatan rusak berat 5 unit, jembatan rusak sedang 1 unit dan gardu padam 61 unit, sedangkan total jumlah gardu yang sempat padam berjumlah 77 unit dan 16 unit telah berfungsi normal.
Lebih lanjut, 12 kecamatan terdampak di Kabupaten Sintang yaitu Kecamatan Sintang, Kayan Hulu, Kayan Hilir, Binjai Hulu, Tempunak, Kelam Permai, Sei Tebelian, Ketungau Hilir, Sepauk, Dedai, Serawai dan Ambalau. Menurut identifikasi BPBD kabupaten, masih ada desa yang terisolir akibat banjir.
Baca Juga:Banjir di Tiga Kabupaten Wilayah Kalbar Berangsur-angsur Mulai Surut