Sedangkan minyak goreng jenis kemasan, dibanderol seharga Rp 21 ribu hingga Rp 22 ribu per liter tergantung merk.
Sementara itu kenaikan harga minyak goreng memicu beragam respon dari sejumlah lapisan masyarakat Sekadau, salah satunya Ros (48) yang mana dirinya mengatakan belakangan ini ia dan keluarga memang lebih memilih menggunakan minyak goreng dengan harga lebih murah sebagai konsumsi.
“Milih yang murah jak,tapi sekarang bukannya murah lagi malah dah naik dulu Rp20 ribu per liter sekarang mau Rp 22 ribu, mungkin di kampung mau Rp 25 ribu naiknya. Itulah jadinya susah mau masak ini mau goreng itu mendingan makan sayur rebus jak,” ujar ibu empat anak tersebut.
Dirinya berharap kedepannya harga minyak goreng segera kembali normal sehingga dapat meringankan beban masyarakat, terutama bagi para pedagang makanan yang menjadikan minyak goreng sebagai kebutuhan utama dalam memasak.
Baca Juga:Epidemiolog Dorong Pemprov Kalbar Usahakan Alat Deteksi Omicron yang Lebih Valid