Guru Hudhari menceritakan, Guru Sekumpul sewaktu kecil pernah bermimpi bertemu Sayidina Hasan dan Sayidina Husin, cucunya Rasulullah SAW yang keduanya membawakan pakaian jubah dan memasangkan kepadanya lengkap dengan surban.
Kemudian keduanya memberikan nama Zainal Abidin. Setelah bangun, ia menceritakan mimpi itu kepada ayahnya. Karenanya, nama Guru Sekumpul pun diganti ayahnya, yang dulunya Qusyairi menjadi Muhammad Zaini.
Kisah lain, suatu hari Guru Sekumpul berburu burung. Ketika sampai di Padang Karang, ia mendengar suara dzikir “Laa ilaha illallah”. Spontan ia pun berjalan naik ke Kampung Karang Tengah mencari asal suara itu.
Ternyata dzikir itu berasal dari makom Tuan Guru Haji Abdullah Khotib. Ia langsung berziarah dan setiap tengah malam bulan terang Guru Sekumpul melakukan ziarah ke makam itu. Di akhir hayat Guru Sekumpul sebelum meninggal dunia, sempat dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, selama 10 hari. Namun, pada Selasa malam, ia pulang dan tiba di Banjarmasin.
Baca Juga:Beda! Belanja Keperluan Dapur, Bayarnya Cuma Pakai Doa di Mempawah Kalbar
Keesokan harinya, Rabu 10 Agustus 2005, pukul 5.10 waktu setempat, ia berpulang ke Rahmat Allah. Ribuan orang dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan berdatangan ke Martapura untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengiringi jenazahnya hingga ke pemakaman.
Guru Sekumpul merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari. Semasa hidupnya, Guru Sekumpul pernah berpesan tentang karomah. Dia mengatakan, jangan pernah berpikir atau berniat untuk mendapatkan karomah dengan melakukan ibadah atau wiridan-wiridan. Sebab, karomah yang paling mulia dan tinggi nilainya adalah istiqamah di jalan Allah.
“Kalau ada orang mengaku sendiri punya karomah tapi salatnya tidak karuan, maka itu bukan karomah,” ucap Guru Sekumpul berpesan.
Kapolsek Sungai Kunyit, AKP Joni, mengungkapkan, kegiatan peringatan Haul Guru Sekumpul yang dilaksanakan masyarakat Desa Sungai Bundung Laut ini merupakan bentuk kecintaan terhadap sang ulama besar.
“Karena kecintaan itu lah, maka warga Desa Sungai Bundung Laut rutin tiap tahun melaksanakan haul Guru Sekumpul,” tandasnya mengakhiri.
Baca Juga:Patut Ditiru! Sekdes Sungai Bakau Kecil Ahmad Sahari Sediakan Rumahnya Jadi Titik Vaksinasi Covid-19