Masyarakat Jawa di Kabupaten Landak Gelar Tradisi Bodo Kupat, Apa Itu?

Jika di Jawa, memang sudah menjadi tradisi bodo kecil ini, kita di Kalbar sebagai pendatang yang sudah menetap sejak lama. Juga masih menjalankan tradisi lebaran ketupat."

Denada S Putri
Minggu, 08 Mei 2022 | 11:48 WIB
Masyarakat Jawa di Kabupaten Landak Gelar Tradisi Bodo Kupat, Apa Itu?
Ketupat saat perayaan lebaran ketupat di Landak. [SuaraKalbar.co.id]

Biasanya pada tanggal 2 Syawal atau lebaran hari kedua, umat muslim mulai melakukan puasa sunnah Syawal sampai dengan tanggal 7 Syawal. Nah bodo kupat ini merayakan keberhasilan melaksanakan puasa Syawal selama enam hari.

Pada saat itu masyarakat membuat ketupat untuk diantarkan kepada sanak kerabat sebagai keberasamaan. Ketupat sendiri, dalam filosofi Jawa, bukan hanya sekedar hidangan khas hari raya lebaran. Ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau kupat dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat. Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan. Laku papat artinya empat tindakan, yaitu lebaran, luberan, leburan, laburan.

Dari situ, ia menegaskan tradisi lebaran ketupat bagi masyarakat Jawa di Kabupaten Landak perlu dipertahankan. Karena menurutnya tradisi ini sangat unik.

"Di mana ada lebaran khusus ketupat yang dirayakan masyarakat jawa. Paling tidak untuk mengobati rasa rindu berkumpul bersama keluarga untuk menjalin silaturahmi," pungkasnya.

Baca Juga:Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Asal-Usul Tradisi Setelah Lebaran Idul Fitri

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini