facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Megawati: Kader yang Hanya Ingin Tampil Tidak Dibutuhkan di PDI Perjuangan

Bella Selasa, 21 Juni 2022 | 21:34 WIB

Megawati: Kader yang Hanya Ingin Tampil Tidak Dibutuhkan di PDI Perjuangan
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Seokarnoputri tersipu malu saat dipuji cantik oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi di acara Rakernas ke-2 di Sekolah Partai, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022). (tangkap layar YouTube PDI Perjuangan).

Lhakalau hanya mau mejeng-mejengaja,duh, enggak deh

SuaraKalbar.id - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan seluruh kader PDI Perjuangan harus taat dan patuh terhadap aturan partai. Kader yang hanya ingin tampil tidak dibutuhkan di PDI Perjuangan, katanya.

"Inilah organisasi dari sebuah partai yang namanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang mengikuti aturan partainya, dan solid bersama dengan rakyat. Lha kalau hanya mau mejeng-mejeng aja, duh, enggak deh," ujar megawati dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan Tahun 2021 di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa.

Selain itu, Megawati juga memberikan peringatan keras kepada seluruh kader partai yang melakukan manuver politik untuk pencalonan presiden pada Pemilu 2024.

"Kalian, siapa yang berbuat manuver, keluar," tegas Megawati dengan suara tinggi.

Baca Juga: Hasto Ungkap Kriteria Calon Presiden yang Bakal Diusung PDIP di Pemilu 2024

Dirinya menegaskan PDI Perjuangan tidak menginginkan kader yang suka bermain politik dengan mengedepankan oportunisme.

"Tidak ada di dalam PDI Perjuangan, yang namanya main dua kaki, main tiga kaki, melakukan manuver," lanjutnya.

Dia pun meminta semua kader untuk bersabar menunggu keputusannya dalam menentukan siapa sosok yang akan menjadi bakal calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilu 2024, termasuk partai koalisi yang akan digandeng.

Dia juga mengingatkan kepada seluruh kader bahwa dia memiliki hak prerogatif untuk menentukan dua pilihan tersebut, sosok capres-cawapres dan keputusan koalisi. Amanat tersebut menjadi haknya setelah seluruh kader secara mufakat memilihnya sebagai Ketua Umum.

Dia juga meminta seluruh kader PDI Perjuangan tidak mendahului untuk berkomunikasi terkait urusan koalisi. Seluruh kader partai banteng moncong putih tersebut diminta untuk patuh dan tunduk sambil menunggu mandat pencalonan presiden dari Megawati.

Baca Juga: PDIP Terima Bantuan Dana Parpol Rp 27 Miliar dari Pemerintah, Peserta Rakernas Tepuk Tangan

"Ingat lho! Lebih baik keluar deh, daripada saya pecat lho kamu, saya pecat-pecati lho," tambahnya. Antara

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait