facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tulis Somasi karena Gaji 3 Bulan Tak Dibayar PT WHW, Alamin: Saya Butuh Menghidupi Keluarga

Bella Kamis, 07 Juli 2022 | 12:09 WIB

Tulis Somasi karena Gaji 3 Bulan Tak Dibayar PT WHW, Alamin: Saya Butuh Menghidupi Keluarga
Alamin (Kanan baju kemeja) menyerahkan surat somasi kepada salah satu komandan security PT WHW di Kecamatan Kendawangan, Ketapang, kemarin. (ANTARA/Subandi)

Saya sangat membutuhkan gaji dan hak lainnya itu demi menghidupi keluarga yakni satu istri dan tiga anak

SuaraKalbar.id - Seorang buruh PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW) bernama Muhammad Alimin (31) mengaku beberapa bulan gajinya tak dibayar.

Dirinya mengungkapkan, perusahaan smelter alumina terbesar se-Asia Tenggara yang beroperasi di Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat itu tak membayar gajinya selama periode penggajian April hingga Juni 2022.

"Hingga saya buatkan Surat Somasi karena gaji sudah beberapa bulan tak dibayar PT WHW," ungkap Alamin kepada wartawan di Ketapang, Rabu.

Padahal, warga Dusun Banjarsari Barat Desa Banjarsari Kecamatan Kendawangan ini sangat membutuhkan gaji tersebut untuk menghidupi satu istri dan tiga anaknya.

Baca Juga: Terpopuler: Viral Jeritan Histeris Ratusan Buruh Sepatu di Garut, Kasus Klenteng Jiu Tian Kung di Sukabumi

"Saya sangat membutuhkan gaji dan hak lainnya itu demi menghidupi keluarga yakni satu istri dan tiga anak," ucap Alamin.

Alamin menceritakan, persoalannya ini terkait dengan surat skorsing No: S-008/HR.IR/WHW/11/2022 yang dijalaninya sejak 19 Februari 2022.

Dalam Penyelesaian permasalahan industri yakni sudah menempuh jalur tiga kali bipartite dan dua kali tripartite ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Ketapang.

Namun belum keluar anjuran ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dan Putusan Hakim Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).

Maka berdasarkan ketentuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2021-2022 pasal 80 ayat 4. Selama masa skorsing berlangsung, perusahaan tetap wajib membayar upah beserta hak-hak lainnya yang biasa diterima pekerja atau buruh.

Baca Juga: Lahan Karet Hingga Sekolah di Ketungau Tiba-tiba Masuk HGU, Wakil Ketua DPRD Sintang: Ada Kejahatan Terstruktur

"Tapi kenapa gaji saya dan hak-hak lainnya ditahan sejak periode penggajian bulan April, Mei dan Juni tanpa dasar dan proses prosedur yang jelas. Sehingga berefek kerugian ekonomi bagi keluarga saya," ujar Alamin.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait