Bersikap Sopan dan Punya Tanggungan Keluarga, Vonis Habib Bahar Smith Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa

Mengadili, menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada Habib Bahar Smith dengan pidana penjara selama enam bulan 15 hari,

Bella
Selasa, 16 Agustus 2022 | 13:45 WIB
Bersikap Sopan dan Punya Tanggungan Keluarga, Vonis Habib Bahar Smith Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong Bahar Bin Smith menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/7/2022). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

SuaraKalbar.id - Penceramah Bahar Smith divonis lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

Ia divonis penjara selama enam bulan 15 hari akibat perkara ujaran bohong atau hoaks saat berceramah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Mengadili, menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada Habib Bahar Smith dengan pidana penjara selama enam bulan 15 hari," kata Ketua Majelis Hakim Dodong Rusdani saat membacakan vonis di PN Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/8/2022).

Menurut hakim, putusan yang lebih ringan dari tuntutan jaksa itu merupakan peringatan kepada Bahar untuk menyaring ucapannya ketika berceramah.

Baca Juga:Hakim Vonis Bahar Smith Hukuman Bui Enam Bulan 15 Hari, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Sebelumnya, JPU menuntut Bahar untuk dihukum selama lima tahun penjara.

Adapun menurut hakim, hal yang memberatkan bagi Bahar Smith yakni karena sebelumnya pernah dihukum akibat perkara lain.

Sedangkan hal yang meringankan, Bahar bersikap sopan selama persidangan dan memiliki tanggungan keluarga.

Diketahui, bahar terseret ke meja hijau karena ujarannya yakni Rizieq Shihab dipenjara karena menggelar Maulid Nabi dan enam laskar FPI yang disiksa hingga tewas.

Usai membacakan putusan itu, Hakim Dodong meminta kepada Bahar agar lebih bijak ketika mengisi ceramah.

"Demikian putusan itu berdasarkan kepada fakta hukum yang sebenarnya," katanya. (Antara)

News

Terkini

Tim pencari fakta diminta bekerja kalau bisa tidak sampai satu bulan sudah bisa menyimpulkan. Karena masalah besarnya sebenarnya sudah diketahui

News | 12:23 WIB

Shalat Ghaib digelar untuk mendoakan korban meninggal dunia dan dapat dilaksanakan setelah shalat Jumat pada 7 Oktober 2022

News | 12:17 WIB

Beri kami waktu tiga pekan, kami akan selesaikan kasus ini, semua sama di mata hukum jadi tidak ada yang ditutup-tutupi. Saya mohon semua pihak bersabar

News | 11:47 WIB

Kehadiran seribuan lebih suporter Barito Putera itu untuk menyalakan lilin demi menyampaikan duka atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur

News | 11:40 WIB

Sesuai dengan aturan PKPU No. 4 tahun 2022, intinya KPU memberikan peluang kepada masyarakat untuk melaporkan, baik secara online dan offline

News | 11:21 WIB

Tadi kami sudah cek TKP, untuk olah TKP nanti kita ketemukan keduanya dulu,

News | 11:03 WIB

Pelaporan tersebut bertujuan agar tidak ada lagi pelecehan terhadap institusi pemerintah dalam hal ini kepolisian dan juga memberikan efek jera

News | 10:04 WIB

Masyarakat dan Para Pecinta Sepak Bola Kota Pontianak melakukan aksi tabur bunga dan menyalakan lilin untuk mengenang para korban Tragedi Kanjuruhan

News | 09:33 WIB

Memang stok vaksin kita, sudah mengalami kadaluarsa. Ada sekitar dibawah 1000 untuk jumlahnya

News | 06:05 WIB

pelaku mengayunkan parang tersebut ke arah kepala anak kandungnya sehingga korban mengalami luka.

News | 22:07 WIB

Selanjutnya Iwan Bule harus mundur dari kursi kepemimpinan PSSI, Anda harus bertanggung jawab dengan apa yang terjadi

News | 21:48 WIB

Menurut Ade, pelaku melakukan pencurian bersama rekannya yang saat ini masih menjadi buronan polisi

News | 20:16 WIB

Datang sepeda motor bernomor lain yang dikendarai seorang pria berinisial B dari arah berlawanan yang tak sempat menghindar dan langsung menabrak FF.

News | 19:50 WIB

Sudah diperiksa 18 orang anggota yang bertanggung jawab sebagai operator senjata pelontar. Dimintai keterangan Litsus dan Propam

News | 19:29 WIB

Bareskrim Polri akan memeriksa beberapa saksi, antara lain direktur PT LIB(operator Liga 1), ketua PSSI Jatim, ketua Panpel Arema FC, serta kepala Dinas Pemuda dan Olahraga

News | 18:57 WIB
Tampilkan lebih banyak