Supir Truk Demo Tak Dapat Beli BBM Solar, Ini Penjelasan Bisnis Unit Head SPBU Wajok Hilir

Masyarakat menganggap kebijakan ini dari pihak SPBU, sementara kebijakan itu dari pertamina cabang Pontianak

Bella
Rabu, 31 Agustus 2022 | 16:56 WIB
Supir Truk Demo Tak Dapat Beli BBM Solar, Ini Penjelasan Bisnis Unit Head SPBU Wajok Hilir
Puluhan warga yang berprofesi sebagai supir truk melakukan unjuk rasa di SPBU Wajok Hilir Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (31/08/2022). Meski sistem pengisian mengalami kendala tekhnis, warga meminta agar Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar tetap dijual kepada masyarakat.[Suara.com/Diko Eno]

"Sudah kita komunikasikan kepada pimpinan, tapi tetap peraturan itu harus dijalankan dan skorsing paling lama dua minggu. BBM solar sampai saat ini belum ada masuk, ketika sudah dibuka skorsingnya langsung kita salurkan," sambungnya lagi.

Pihak SPBU Wajok juga masih menunggu keputusan terkait sanksi administratif itu. Selama menunggu, BBM jenis solar belum dapat dipastikan akan disalurkan kepada masyarakat.

"Skorsingnya baru beberapa hari ini. Yang membuat lama itu sistem kita disambar petir. Jadi selama sistem kita belum perbaikan, kita tidak bisa menjual BBM solar secara manual,"pungkasnya.

Sebelumnya satu diantara warga, Andi Hamdani mengaku resah terhadap apa menjadi kendala dari pihak SPBU.

Baca Juga:Sopir Angkot dan Ojek Subang Tolak Kenaikan BBM, Alasannya Karena Ini

"Keluhan kami, kami butuh minyak. Minyaknya ada tapi tidak dijual, kan percuma jadi kami masyarakat kecil ini mau diapakan,"katanya.

Hamdani juga menilai terkait kerusakan sistem yang dialami pihak SPBU merupakan sebagai alasan agar BBM jenis solar tidak dijual.

"Alasan SPBU ini alat sistem onlinenya rusak tetapikan apabila pemerintah mau membantu bisa dijual secara manual dan dipantau jangan sampai melebihi kapasitas untuk mengisi,"kesalnya.

Ia dan warga lainnya juga tak meminta jatah berapapun yang diberikan oleh SPBU. Akan tetapi pihak SPBU diharapkannya dapat menjual BBM solar tersebut. Sebab, pengaruhnya terhadap aktivitas angkutan para supir truk menjadi terhenti.

"Kami tidak pernah ngotot untuk minta jatah berapa, saya hanya butuh solar untuk angkutan terutama SPBU disini. Kemarim kami sudah ada mengusulkan kepada pihak pimpina SPBU disini, pihak SPBU tidak bisa mengambil keputusan," ungkapnya.

Baca Juga:Harga BBM Subsidi akan Naik, Ojol Semarang Ketar-ketir: Kami Lagi yang Dibikin Pusing

"Belasan unit kendaraan saya tidak bisa jalan gara-gara ini. Karna yang kami harapkan minyak solar itu dari SPBU ini, karena kami warga setempat sini,"sambungnya lagi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini