Beredar Surat Panggilan Palsu KPK di Papua, Warga Diimbau Tidak Terprovokasi

Dalam surat yang tertanggal 21 September 2022 tersebut, ditandatangani Muh Ridwan Saputra yang disebut sebagai penyidik

Bella
Kamis, 22 September 2022 | 21:28 WIB
Beredar Surat Panggilan Palsu KPK di Papua, Warga Diimbau Tidak Terprovokasi
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Suara.com/Welly)

SuaraKalbar.id - Surat panggilan palsu berlogo dan berstempel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beredar di wilayah Papua.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Pemberitaan KP, Ali Fikri meminta warga untuk tidak terprovokasi.

"KPK tegas meminta kepada oknum yang membuat ataupun menyalahgunakan surat palsu tersebut untuk segera menghentikan aksinya. KPK juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan KPK," ucap , di Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Dirinya mengungkapkan, sebelumnya KPK menerima informasi beredarnya surat panggilan palsu yang menyebut adanya pemanggilan kepada pihak-pihak tertentu terkait dugaan tindak pidana pengelolaan dana PON XX Papua

Baca Juga:Hakim MA Kena OTT KPK, Diduga Terima Suap Pengurusan Perkara

"Dalam surat yang tertanggal 21 September 2022 tersebut, ditandatangani Muh Ridwan Saputra yang disebut sebagai penyidik. Namun, KPK telah memeriksa dan memastikan bahwa tidak ada pegawai KPK atas nama tersebut," kata dia.

Selain itu, surat palsu tersebut juga menyatakan kepada pihak tersebut untuk menghadap kepada penyidik KPK dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk didengar keterangannya dan kesaksiannya dalam penggunaan dan pengelolaan dana Pekan Olahraga Nasional XX Papua.

Dalam surat tersebut, pihak yang dipanggil adalah pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Papua Yunus Wonda.

KPK mengungkapkan surat palsu tersebut diketahui beredar di wilayah Papua dan tidak menutup kemungkinan juga beredar di wilayah lain ataupun dengan modus-modus lainnya.

"Apabila masyarakat menemui atau mengetahui adanya pihak yang mengaku sebagai pegawai atau berkorespondensi dengan identitas KPK dan melakukan tindakan kriminal pemerasan atau sejenisnya, segera laporkan ke pusat panggilan 198 atau kepada aparat penegak hukum setempat," kata dia. Antara

Baca Juga:OTT Suap Perkara di MA, Nurul Ghufron: KPK Bersedih Harus Menangkap Hakim Agung

News

Terkini

Pada video lainnya saat keadaan tak lagi memanas, seorang umat tampak meminta kompensasi.

News | 13:45 WIB

Namun, benarkah video tersebut merupakan peristiwa orang selesai shalat dan dihajar PKI?

News | 08:10 WIB

Sampai dengan periode survei dilakukan, Ganjar Pranowo menjadi pilihan tertinggi publik sebagai calon presiden

News | 07:35 WIB

Berdasarkan hasil mediasi, diduga bocah tersebut mengalami halusinasi karena melihat makhluk yang tidak kasatmata ketika kejadian

News | 07:20 WIB

Ini merupakan surat panggilan kedua, sebelumnya yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk hadir tanggal 12 September 2022 lalu

News | 06:05 WIB

Tambang ilegal sangatlah meresahkan karena selain merusak alam dan menimbulkan kerugian negara, juga membahayakan bagi pelakunya sendiri dan juga masyarakat

News | 21:58 WIB

Tim fokus menuntaskan dan menunggu dari Kejaksaan Agung berkasnya dan fokus juga menyelesaikan untuk sidang kode etik. Itu fokusnya, jadi tidak perlu melebar ke mana-mana,

News | 21:50 WIB

Objek yang terbakar berada di lantai dua sedangkan di lantai satu hanya sebagian saja di bagian plafon

News | 21:39 WIB

Ketiga korban tiba di RSUD R. Syamsudin S.H. Kota Sukabumi sudah dalam kondisi meninggal dunia, kemungkinan para korban kecelakaan lalu lintas ini meninggal di lokasi

News | 21:21 WIB

Saat tiba di tempat kejadian, Petra dan korban melihat ada 3 sepeda motor yang datang dari arah berlawanan. Ketiga sepeda motor ini bergerak hampir memenuhi badan jalan.

News | 21:09 WIB

Harapannya tidak ada lagi korupsi di MA. KPK berharap ada pembenahan yang mendasar, jangan hanya 'kucing-kucingan'

News | 19:22 WIB

Geger video pasangan sesama jenis yang sedang melakukan perbuatan tak senonoh ramai menjadi pembicaraan di kalangan warganet.

News | 18:27 WIB

Hendra menambahkan kondisi korban saat ini cukup kritis dan bagian luka-lukanya sudah dijahit oleh pihak medis Puskesmas Padang.

News | 18:21 WIB
Tampilkan lebih banyak