Kacau, Polisi Gadungan Berpangkat Kombes di Palembang Ganggu Penjual Gorengan

Dia dipastikan bukan anggota polisi atau gadungan, dan sudah diringkus untuk dimintai keterangan lebih lanjut

Bella
Rabu, 05 Oktober 2022 | 19:21 WIB
Kacau, Polisi Gadungan Berpangkat Kombes di Palembang Ganggu Penjual Gorengan
Polisi gadungan berpangkat Komisaris Besar (Kombes) ditangkap Opsnal Polsek Ilir Barat II Palembang. (ANTARA/HO-Polsek Ilir Barat II Palembang)

SuaraKalbar.id - Sebuah video amatir yang menunjukkan seorang polisi gadungan berpangkat Komisaris Besar (Kombes) mengganggu penjual makanan pisang goreng di Jalan Jaksa Agung R Suprapto, Kota Palembang, Sumatera Selatan, beredar di media sosial.

Dalam video berdurasi 21 detik itu tampak pelaku memakai seragam polisi lengkap dengan emblem atau lencana polisi berpangkat Kombes.

Kini, polisi gadungan tersebut telah ditangkap karena meresahkan kalangan pedagang makanan kota setempat.

Kapolsek Ilir Barat II Palembang Kompol Irene, mengatakan polisi gadungan tersebut adalah seorang pria berinisial BS, warga Jalan Ogan, Kota Palembang.

Baca Juga:Polisi: Rizky Billar Sering KDRT ke Lesti Kejora, Sampai Pernah Lempar Bola Billiard

“Dia dipastikan bukan anggota polisi atau gadungan, dan sudah diringkus untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Irene di Palembang, Rabu (5/10/2022).

Irene menjelaskan, pelaku BS ditangkap oleh anggota Opsnal Reskrim Polsek Ilir Barat II di Jalan Jaksa Agung R Suprapto dan menjalani pemeriksaan di Mapolsek, Rabu siang.

Saat dilakukan pemeriksaan, penyidik mendapati dua jenis seragam polisi yang dimiliki pelaku, satu yang lainnya yakni seragam Brimob berpangkat Bripka.

Kepada penyidik, pelaku mengaku hanya iseng ingin memakai seragam polisi yang dibelinya senilai Rp15 ribu dari penjual pakaian bekas di Pasar 16 Ilir.

Namun, Irene mengatakan, penyidik cukup mengalami kesulitan untuk memintai keterangan terhadap pelaku karena terus berbicara tidak jelas dan berbelit.

Baca Juga:Kocak! Penjual Ini Salah Masuk Bus Tawari Penumpang Asal Garut Dodol: Ada yang Punya Solusi

Sehingga saat ini pihaknya turut melibatkan psikiater dari RS Bhayangkara M Hasan Palembang untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku dan memintai keterangan dari pihak keluarga.

News

Terkini

"Kami telah menyiagakan Posko Komando Satgas Batingsor dan meminta para camat menyiapkan posko pengungsian," kata Gunawan.

| 17:29 WIB

Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gunawan yang sigap melakukan penyelamatan dua nyawa sekaligus yang hendak bunuh diri di Jembatan Pawan I,

News | 22:42 WIB

Salah satu penyebab terjadinya stunting atau gagal tumbuh pada anak itu disebabkan adanya perkawinan muda, dimana perkawinan itu tidak melalui perencanaan

News | 22:17 WIB

Berjarak kurang lebih 20 meter dari bibir sungai, tiba-tiba perahu yang ditumpangi korban bersama ayahnya tenggelam akibat dihantam ombak dan angin kencang.

News | 21:21 WIB

Jika tidak dilaksanakan resikonya adalah akan dikenai sanksi berupa penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum di tahun 2023

News | 21:10 WIB

Keduanya berhasil dievakuasi oleh personel kami dari tumpukan material batu dari dinding bangunan yang ambruk menimpa mereka ke rumah sakit terdekat, tadi sekitar pukul 13.30

News | 21:04 WIB

Aksi pembunuhan itu terungkap dari keterangan seorang warga yang melihat HM pergi ke belakang rumahnya sambil membawa karung, lalu membakarnya pada hari Sabtu (12/11).

News | 20:42 WIB

Berikut cara mengikuti lowongan kerja jabatan Kepala Biro atau Direktur di lingkungan otorita IKN:

News | 20:06 WIB

Dalam video tersebut, awalnya terlihat Jokowi tampak menggandeng Iriana untuk turun dari pesawat melewati tangga.

News | 16:56 WIB

Aku dapat dari venue hari ini (kue choipan). Gak sabar buat nyobain, keliatannya enak

News | 14:48 WIB

pelaku sering membawa senjata tajam dan sering marah-marah tak bersebab kepada orang tuannya. Pelaku juga melakukan pencurian barang berharga milik orang tuanya.

News | 14:21 WIB

Hingga saat ini, penyidik memang belum menahan para tersangka Net89 SMI sejak ditetapkan bulan lalu dengan alasan subjektif penyidik.

News | 13:14 WIB

Naah, gitu dong @BatikAirINA buktikan semua orang mendapat nasib & pelayanan yang sama di Lion Air Group!! Thumbs up

News | 11:16 WIB

Saya tidak menghormati dia karena dia tidak menunjukkan rasa hormat kepada saya. Jika anda tidak menghormati saya, saya tidak akan pernah menghormati anda

News | 08:56 WIB

Ia nekad mengakhiri hidupnya dikarenakan permasalahan ekonomi. Di mana pembangunan rumahnya tidak kunjung selesai.

News | 19:28 WIB
Tampilkan lebih banyak