“Alhamdulillah dengan hasil yang membanggakan ini, para penari kami berkesempatan untuk perform di Kyoto Jepang,” katanya.
Wasis menjelaskan bahwa gasing dalam permainan rakyat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dipercaya memiliki roh dan nyawa leluhur yang berkaitan erat dengan turunnya benih padi di dunia. Hal ini membuat gasing memiliki nilai sakral sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa pada saat pesta panen raya padi.
“Eksplorasi ragam gerak berbalut iringan musik, mempresentasikan kearifan lokal tradisi melalui tutur lisan masyarakatnya akan harapan dan nilai kehidupan manusia di masa kini,” jelas Wasis.
Baca Juga:Salah Sasaran! Pembacokan Viral di Jalan Apel Pontianak Ternyata Gegara Cemburu Buta