Apa Saja Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat? Warisan Budaya yang Sarat Makna

Dalam konteks ini, alat musik tradisional Kalimantan Barat menjadi bagian penting dari identitas budaya Nusantara.

Suhardiman
Minggu, 18 Januari 2026 | 13:59 WIB
Apa Saja Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat? Warisan Budaya yang Sarat Makna
Alat musik Sape. [Ist]
Baca 10 detik
  • Kalimantan Barat memiliki ragam alat musik tradisional unik dari etnis Dayak dan Melayu, seperti Entebong dan Sape.
  • Beberapa instrumen seperti Entebong (Sekadau) dipukul, sementara Kurating dan Sape (Kapuas Hulu) dimainkan dengan cara dipetik.
  • Instrumen seperti Hadrah dibawa ulama Yaman, sementara Agukng dipercaya suku Dayak berfungsi mengusir roh jahat dan mendatangkan leluhur.

SuaraKalbar.id - Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa, salah satunya tercermin melalui ragam alat musik tradisional. Di antara banyak daerah yang memiliki instrumen khas, Kalimantan Barat menempati posisi penting karena keberagaman etnis Dayak dan Melayu yang melahirkan alat musik unik dengan nilai filosofis tinggi.

Alat musik tradisional bukan sekadar sarana hiburan, melainkan medium ekspresi budaya, ritual adat, hingga sarana komunikasi spiritual yang diwariskan secara turun-temurun. Bahkan, beberapa instrumen tradisional Indonesia telah diakui dunia dan tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.

Dalam konteks ini, alat musik tradisional Kalimantan Barat menjadi bagian penting dari identitas budaya Nusantara. Berikut alat musik tradisional khas Kalimantan Barat yang masih dikenal dan digunakan hingga kini:

1. Entebong

Entebong dimainkan dengan cara dipukul secara perorangan, alat musik ini terdapat di Kabupaten Sekadau yang dibuat oleh suku Dayak Mualang.

Entebong terlihat serupa dengan gendang, dengan material alat yang digunakan pada instrumen ini adalah kulit hewan, dan kayu serta terdapat motif atau corak khas Dayak pada bagian luar badan Entebong.

2. Balikan atau Kurating

Instrumen satu ini sejenis dengan Sape, dimainkan dengan cara dipetik, Kurating berasal dari Kapuas Hulu yang dibuat oleh masyrakat Dayak Ibanik, Dayak Banuaka.

3. Sape

Alat musik khas suku Dayak yang berarti "memetik jari". Kata Sape sendiri berasal dari penyebutan suku Dayak Kenayan dan Dayak Kenyah. Sebagian suku Dayak lainnya ada yang menyebutnya Sampe', Sempe, Kecapai.

Sape merupakan alat musik yang berfungsi sebagai alat upacara dan alat kesenian. Sape biasanya dimainkan oleh seorang pria, masyrakat suku Dayak mempercayai bahwa jika perempuan yang memainkan Sape akan dikutuk oleh dewa sehingga payudaranya memanjang atau akan menjadi laki-laki.

Material untuk membuat sebuah Sape adalah kayu Aro atau Adau (cephalomappa), kayu Marong atau kayu Pelantan yang banyak ditemukan di hutan-hutan di Kalimantan. Namun kini ada jenis kayu lainnya yang digunakan untuk membuat Sape yaitu kayun nangka, Sana Keeling, Pule, dan lain sebagainya.

4. Tuma

Tuma alat musik khas Kalimantan Barat. Tuma merupakan alat musik yang memiliki bentuk serupa dengan tifa.  Tuma terbuat dari bahan dasar kayu berdiameter 20-25 centimeter dan panjang satu meter, sebagai kerangkanya untuk membrannya terbuat dari kulit lembu 

Cara memainkan Tuma adalah dengan cara dipukul. Biasanya digunakan untuk mengiringi tarian daerah yang dimainkan bersamaan dengan instrumen tradisional lainnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini