38 Ton Pinang Asal Kubu Raya Diekspor ke Bangladesh, Tapi Apa Khasiat dan Risikonya?

Kabupaten Kubu Raya mengekspor 38 ton buah pinang ke Bangladesh karena tingginya permintaan pasar global untuk kebutuhan tradisional.

Tasmalinda
Rabu, 22 April 2026 | 19:16 WIB
38 Ton Pinang Asal Kubu Raya Diekspor ke Bangladesh, Tapi Apa Khasiat dan Risikonya?
Ilustrasi buah pinang asal Kubu Raya, Pontianak. (freepik.com/freepik assets)
Baca 10 detik
  • Kabupaten Kubu Raya mengekspor 38 ton buah pinang ke Bangladesh karena tingginya permintaan pasar global untuk kebutuhan tradisional.
  • Buah pinang secara tradisional dimanfaatkan sebagai penambah energi, pelancar pencernaan, serta bahan baku obat herbal di berbagai negara.
  • WHO memperingatkan konsumsi pinang berisiko memicu kanker dan masalah kesehatan lain sehingga masyarakat perlu waspada dalam penggunaannya.

SuaraKalbar.id - Buah pinang mendadak jadi sorotan setelah sebanyak 38 ton komoditas asal Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berhasil menembus pasar ekspor ke Bangladesh.

Komoditas lokal yang selama ini identik dengan budaya menginang di sejumlah daerah Indonesia itu ternyata punya nilai ekonomi besar di pasar global. Namun di balik tingginya permintaan ekspor, muncul pertanyaan: apa sebenarnya manfaat buah pinang?

Pinang atau Areca catechu sejak lama digunakan dalam tradisi masyarakat Asia, termasuk Indonesia, India, dan Bangladesh. Buah ini biasa dikunyah bersama daun sirih, kapur, atau diolah menjadi bahan herbal tradisional.

Secara tradisional, pinang dipercaya memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Beberapa di antaranya adalah membantu meningkatkan energi karena kandungan alkaloid seperti arekolin yang memberi efek stimulan, membantu melancarkan pencernaan, hingga dipercaya memiliki efek antiparasit untuk membantu mengatasi cacingan. Selain itu, beberapa penelitian awal juga menyebut kandungan tanin dan antioksidan dalam pinang berpotensi membantu kesehatan mulut.

Baca Juga:Kisah Slamet, Muslim Penjaga Kelenteng Tengah Laut Kubu Raya Selama 30 Tahun

Namun, manfaat tersebut tidak sepenuhnya tanpa catatan. Sejumlah penelitian justru menunjukkan konsumsi pinang dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serius.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikan buah pinang sebagai bahan yang berpotensi karsinogenik atau dapat memicu kanker, terutama kanker mulut dan tenggorokan, apalagi jika dikonsumsi bersama tembakau. Kebiasaan mengunyah pinang juga dikaitkan dengan kerusakan gigi, gangguan gusi, hingga iritasi mulut.

Selain itu, konsumsi berlebihan juga dapat memicu mual, muntah, diare, peningkatan detak jantung, bahkan berisiko terhadap kesehatan hati berdasarkan sejumlah studi pada hewan uji.

Meski demikian, di pasar internasional, pinang tetap memiliki permintaan tinggi. Di Bangladesh dan India, pinang banyak digunakan untuk konsumsi tradisional, bahan campuran kunyahan, hingga industri herbal.

Fenomena ekspor 38 ton pinang ini menunjukkan bahwa komoditas lokal Indonesia masih memiliki daya saing global. Namun bagi masyarakat, penting untuk memahami bahwa nilai ekonomi tinggi tidak selalu sejalan dengan manfaat kesehatan.

Baca Juga:UMK Kubu Raya 2026 Diusulkan Naik 7,7 Persen Jadi Rp3.100.000

Dengan kata lain, buah pinang memang menjanjikan dari sisi bisnis, tetapi untuk konsumsi sehari-hari, masyarakat tetap perlu bijak dan memahami risiko di baliknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak