- Kota Pontianak memiliki beragam jajanan pasar tradisional khas Melayu yang kini mulai langka akibat perubahan zaman modern.
- Tujuh jajanan tradisional seperti Batang Burok dan Bingke Berendam kini semakin sulit ditemukan di pasar tradisional Pontianak.
- Pelestarian kuliner lokal menjadi krusial agar warisan budaya masyarakat Pontianak tidak hilang ditelan oleh perkembangan zaman modern.
Kue ini cukup jarang dijual dan biasanya hanya muncul di pasar tradisional pagi.
5. Kue Serikaya
Kue Serikaya khas Melayu Pontianak biasanya berwarna hijau atau cokelat, dibuat dari campuran telur, santan, dan pandan. Teksturnya lembut legit.
Serikaya sering dijadikan teman minum teh atau kopi di pagi hari.
Baca Juga:Bukan Gula atau Tepung, Plastik Justru Jadi Biang Pedagang Kue Pontianak Terjepit
6. Pak Tongko
Pak Tongko adalah kue kukus khas komunitas Tionghoa-Melayu di Pontianak. Meski bukan murni Melayu, jajanan ini sudah lama menjadi bagian dari kuliner lokal.
Rasanya manis dengan tekstur lembut dan biasanya dijual di pasar tradisional.
7. Cincin
Kue cincin khas Melayu berbentuk seperti donat kecil berwarna cokelat karena memakai gula aren. Teksturnya renyah di luar namun agak padat di dalam.
Baca Juga:Lebaran 2026 Jualan Apa? 6 Ide Kue Kering yang Selalu Dicari Konsumen
Jajanan ini sering dijadikan suguhan saat Lebaran, namun kini makin jarang ditemukan.
Keberadaan jajanan pasar tradisional ini menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Pontianak. Jika tidak dilestarikan, bukan tak mungkin generasi mendatang hanya mengenalnya lewat cerita.
Bagi warga Pontianak atau wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Barat, berburu jajanan pasar tradisional bisa menjadi pengalaman kuliner yang menarik sekaligus cara ikut menjaga warisan budaya lokal.