SuaraKalbar.id - Anggota DPRD menilai pemerintahan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji, amburadul. Pasalnya, Kemendagri telah berulang kali menyoal lambannya serapan anggaran di Pemprov Kalbar.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kalbar, Subhan Nur. “Teguran ini kalau dinilai dari aspek koordinasi antar-OPD memang amburadul,” kata Subhan Nur, dikutip dari Insidepontianak.com - jaringan Suara.com, Selasa (7/12/2021).
Menurut Subhan, OPD di lingkungan Pemprov Kalbar tidak sejalan dengan GubernurSutarmidji yang dianggap tidak mampu melakukan pengelolaan keuangan daerah dengan baik.
Persoalan itu merupakan imbas dari bongkar pasang struktur pejabat OPD yang kerap dilakukan. Bahkan, tercatat beberapa pejabat eselon dua buru-buru diganti, padahal belum setahun menjabat.
Bongkar pasang pejabat OPD itu, diklaim untuk percepatan kinerja. Namun, nyatanya malah memperlambat penyerapan kinerja yang berdampak pada eksekusi anggaran jadi lamban.
“Sehingga terjadi SiLPA besar besaran. Masyarakat yang akhirnya dirugikan. Karena dana untuk pembangunan jadi SiLPA,” kata Subhan.
Di sisi lain, Gubernur Sutarmidji dinilai melakukan pergantian OPD tidak dengan profesional. Sebab, dinas bermasalah seperti Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) tak diganti. Padahal, menurut Legislator Partai Nasdem ini, Dinas tersebutlah yang bermasalah. Banyak proyek yang gagal dilaksanakan.
“ODP yang bagus kerjanya diganti. Perkim tak diganti. Walaupun itu kewenangan Gubernur, kita sebagai legislatif menilai, buktinya teguran Mendagri,” tegasnya.
Subhan mengigatkan, visi dan misi Gubernur Sutarmidji yang berjanji mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik harus dijalankan. Sebab, hingga tahun ketiga, dia belum melihat visi misi itu berjalan optimal. Bahkan, selama kemepimpinan Gubernur Sutarmidji, serapan anggaran buruk. seringkali mendapat teguran langsung dari Mendagri. Termasuk hari ini.
Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemprov Kalbar Diminta Jaga Stabilitas Harga Sembako
Dia mencontohkan, bantuan keungan yang baru di-SK-kan Gubernur pada November 2021. Kebijakan ini pun dinilai tak bisa dilaksanakan.
“SK keluar November. Belum proses. Sementara Desember harus selsai. Bagaimana OPD di daerah mau menindak lanjuti ini,” paparnya.
Akhirnya, yang terjadi, Kabupaten dan Kota tidak bisa melaksanakan serapan anggaran maksimal. Akibatnya, terjadi SiLPA besar-besaran. Bahkan, mencapai ratusan miliar. Dalam kondisi ini, masyarakatlah yang dirugikan. Sebab pembangunan tidak berjalan.
Subhan mengigatkan Gubernur Sutarmidji untuk fokus melaksanakan visi dan misinya. Jangan lagi terlalu banyak mencampuri urusan yang bisa diurus kepala dinas. Misalnya, tanda tangan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD). Jangan lagi Gubernu yang urusi pekerjaan sepele ini.
“SPPD-pun Gubernur harus tanda tangan. Urusan ini sebenarnya, cukup kepala dinas saja, tak perlu Gubernur,” pungkasnya.
Ditegur Mendagri
Berita Terkait
-
Cemari Aliran Sungai, Pemprov Kalbar Didesak Tertibkan Aktivitas Tambang Emas Ilegal
-
Biar Mata Tak Pedas, Begini Tips Mengupas Bawang Ala Gubernur Kalbar Sutarmidji
-
Banjir Kalbar, Gubernur Sutarmidji Imbau Daerah Terdampak untuk Tetapkan Status Darurat
-
Gubernur Kalbar Didesak Minta Perusahaan Sawit dan Tambang Tanggungjawab Atasi Banjir
-
GAPKI Kalbar Bantah Industri Kelapa Sawit Sebabkan Banjir Kalbar
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian