SuaraKalbar.id - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Gunawan, mengungkapkan bahwa sekitar 5.740 rumah dan 30.169 jiwa terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut sejak awal Januari 2024. Banjir ini merendam beberapa kecamatan, seperti Silat Hulu, Silat Hilir, dan Hulu Gurung.
Gunawan menjelaskan bahwa kedalaman air bervariasi antara 60 sentimeter hingga 3,5 meter dari permukaan tanah dataran rendah. Dua rumah warga dilaporkan mengalami rusak berat, sementara satu jembatan dan 107 fasilitas umum juga terdampak banjir.
"Dua rumah rusak akibat banjir pada pekan pertama Januari 2024, dan saat ini banjir masih melanda yang mengakibatkan puluhan ribu warga di Kapuas Hulu terdampak," kata Kepala BPBD Kapuas Hulu Gunawan di Putussibau Kapuas Hulu seperti dikutip dari Antara, Rabu.
Meskipun banjir sempat surut, namun pada Jumat (12/1), sungai Kapuas kembali meluap akibat curah hujan tinggi, dan saat ini, sejumlah desa dan kelurahan di 12 kecamatan masih terendam banjir. Pemkab Kapuas Hulu telah menetapkan status tanggap darurat bencana, dan BPBD sedang mempersiapkan penyaluran bantuan dari BNPB dan Pemprov Kalbar.
Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi untuk mendapatkan bantuan, sambil terus mengumpulkan data warga yang terdampak. Posko bencana telah dibentuk, dan patroli, monitoring, serta evakuasi dilakukan bagi warga yang memerlukan bantuan.
Gunawan mencatat bahwa warga Kapuas Hulu cenderung enggan mengungsi, lebih memilih membuat panggung di dalam rumah atau mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak banjir. Ia berharap masyarakat dapat bersabar dan mengutamakan keselamatan di tengah bencana ini.
Sementara itu, Buyung Ketua RT 08 Teluk Barak, Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan, terutama dalam membantu warga yang terdampak banjir. Banjir telah terjadi selama kurang lebih 10 hari, menyebabkan terendamnya rumah warga, akses jalan terputus, dan aktivitas sekolah diliburkan.
"Saya bersama pihak kelurahan sudah turun langsung ke lokasi banjir, kasihan warga kami, juga sama dengan daerah pesisir Kapuas yang terdampak banjir," kata Buyung.
Banjir kali ini tidak hanya melanda Kabupaten Kapuas Hulu, tetapi juga beberapa kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Barat, seperti Bengkayang, Landak, Kubu Raya, dan Sambas.
Baca Juga: Banjir di Kubu Raya, Jalanan hingga Rumah Warga Terendam!
Berita Terkait
-
Mobil Terbakar di SPBU Putussibau, Diduga Pengendara Langgar Aturan Pengisian BBM
-
Bupati Sambas Satono Sebut Banjir Adalah Hukum Alam dan Kehendak Allah
-
Nelayan Sekadau Tangkap Ikan Tapah Raksasa, Harganya Bikin Melongo
-
Lebih Dari 30.000 Jiwa Terdampak Banjir di Kapuas Hulu
-
Banjir di Kapuas Hulu: Akses Jalan Terputus, Rumah Warga Terendam
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Cara Menghilangkan Bekas Luka Gatal dengan Salep Herbal Lokal Khas Suku Dayak, Benarkah Ampuh?
-
Tips Memilih Helm yang Nyaman dan Tidak Bikin Pusing untuk Perjalanan Jauh Trans Kalimantan
-
Dana Hibah Rp15 Miliar Kampus di Singkawang Diusut, Mengapa Sempat Masuk Rekening Pribadi?
-
7 Hal yang Menentukan Harga AC di Pasaran
-
BMKG: Kalbar Masuk Waspada 6-12 April, Hujan Turun Tapi Risiko Karhutla Meningkat