SuaraKalbar.id - Seorang remaja berinisial A (16) meninggal dunia setelah menjadi korban main hakim sendiri di Kecamatan Pontianak Utara. Insiden tragis ini terjadi setelah korban tertangkap mencuri mesin molen di sebuah proyek perumahan.
Empat orang pelaku yang terlibat dalam penganiayaan tersebut, berinisial AN, YS, ER, dan AR, kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Adhe Hariadi, dalam konferensi pers pada Kamis (3/10/2024) mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 28 September 2024, sekitar pukul 14.30 WIB.
Korban ditangkap oleh seorang sopir truk di lokasi proyek saat sedang mencuri alat dari mesin molen. Setelah itu, korban diserahkan kepada AN, pengawas proyek, yang kemudian menampar korban.
“Setelah korban ditangkap saat mencuri, ia diserahkan kepada AN. Namun, tindakan kekerasan semakin parah ketika YS dan ER ikut menganiaya korban hingga menyebabkan luka berat yang akhirnya merenggut nyawanya,” ujar Kombes Pol Adhe seperti dikutip dari PIFA, jejaring suara.com, Kamis (3/10/2024).
Adhe menjelaskan bahwa setiap tersangka memiliki peran dalam insiden tersebut. Namun, YS dan ER adalah pelaku utama yang melakukan penganiayaan berat.
Menurut keterangan saksi, kepala korban dipukul dan diinjak hingga membentur lantai semen, menyebabkan luka parah.
“Hasil autopsi menunjukkan pendarahan di kepala korban yang menyebabkan gangguan pernapasan, hingga korban sempat mengalami kejang sebelum meninggal dunia,” jelasnya.
Keempat pelaku kini telah ditahan dan dijerat dengan Pasal 80 Ayat 1 dan Ayat 2 Undang-Undang Perlindungan Anak, mengingat korban masih di bawah umur. Pelaku terancam hukuman berat akibat tindakan yang mengakibatkan kematian korban.
Baca Juga: Waspada! Puncak Musim Hujan di Kalbar, BMKG: Oktober Rawan Banjir dan Longsor
“Ini kasus serius, karena selain korban masih anak-anak, ia meninggal akibat penganiayaan berat. Kami akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku,” tutup Adhe
Berita Terkait
-
Waspada! Puncak Musim Hujan di Kalbar, BMKG: Oktober Rawan Banjir dan Longsor
-
Rayakan Ulang Tahun, Hotel Aston & Transera Gelar Donor Darah
-
Kebakaran Hanguskan 2 Rumah di Pontianak Utara, Satu Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
-
Inflasi Kalbar Terkendali di Bawah 2%, Sintang Tertinggi & Singkawang Terendah
-
Hujan Deras di Pontianak Tenggara Sebabkan Banjir, Warga dan Pengendara Terdampak
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bawa Sport Tourism Indonesia Mendunia, BRI Dukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
-
DPO Kasus Pemalsuan Sertifikat Pamar Lubis Ditangkap Buser Polda Metro Jaya
-
BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda
-
Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar