SuaraKalbar.id - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak perempuan berusia 4 tahun di Kota Pontianak memasuki babak baru. Kini Subdirektorat Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Polda Kalimantan Barat resmi mengambil alih penanganannya.
Di tengah upaya pengungkapan kasus, dua nama kini mencuat sebagai terduga pelaku, inisial C dan A. Siapa di antara keduanya yang benar-benar bertanggung jawab, masih menjadi tanda tanya besar.
Informasi ini disampaikan oleh Kasatreskrim Polresta Pontianak, Kompol Wawan Darmawan, dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa malam, 29 Juni 2025.
Ia menyebutkan, hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sebelas orang saksi dan meminta keterangan dari tiga ahli, yaitu ahli kulit dan kelamin, ahli forensik, dan psikolog.
“Lie detector juga sudah kita lakukan terhadap kedua terduga pelaku, karena keduanya tidak mengakui perbuatannya,” jelas Kompol Wawan kepada awak media.
Kasus bermula ketika korban mengeluhkan rasa sakit dan dibawa ke dokter. Dari hasil pemeriksaan, korban terdeteksi mengidap penyakit menular seksual, yakni gonore. Berdasarkan arahan medis, keluarga korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polresta Pontianak.
Pada awal penyelidikan, korban yang masih balita menyebutkan inisial C sebagai pelaku. Namun, keterangan itu berubah dalam pemeriksaan lanjutan.
“Nama pelaku yang awalnya C, berubah menjadi A. Ini yang membuat kami sebagai penyidik ragu untuk menetapkan tersangka,” ujar Kompol Wawan.
Identitas kedua terduga pun perlahan mulai terungkap. C diketahui merupakan paman jauh dari korban, sementara A diduga adalah abang tiri dari ayah korban.
Keduanya memiliki hubungan kedekatan keluarga yang memungkinkan interaksi langsung dengan korban.
Namun, perubahan keterangan korban yang masih sangat muda dan mengalami trauma mendalam membuat proses penyidikan menjadi sangat kompleks.
“Yang pasti korban mengalami trauma. Saat ini korban juga didampingi oleh psikolog dan lembaga bantuan hukum,” ungkap Wawan.
Hingga kini, belum ada tersangka yang ditetapkan. Gelar perkara telah dilakukan dua kali di internal Polresta Pontianak, satu kali di Kejaksaan, dan satu kali di Direktorat Reskrimum Polda Kalbar.
Namun hasilnya masih belum mampu mengidentifikasi secara pasti siapa pelaku sesungguhnya.
Untuk mempercepat proses pengungkapan, berkas perkara akhirnya diambil alih oleh Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Kalbar pada 27 Juli 2025.
Berita Terkait
-
Surat Terbuka Ibu Korban ke Prabowo Viral! Kasus Kekerasan Seksual Anak di Pontianak Diambil Alih Polda
-
Solusi Antrian di SPBU Pontianak, Jam Operasional Truk Bakal Diatur Ulang?
-
Dibuka Mulai September, Ini Jadwal Penerbangan Internasional PontianakKuching dan Kuala Lumpur
-
AirAsia Buka Rute Penerbangan Pontianak-Kuching dan Kuala Lumpur, Segini Harga Tiketnya!
-
Ratusan Burung Langka Nyaris Diselundupkan dari Pontianak ke Surabaya
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Mana Lebih Hemat? Adu Harga Sembako Pontianak vs Kuching, Hasilnya Tak Terduga
-
AJI Pontianak Soroti Nasib Pekerja Media di May Day, Kesejahteraan Masih Rentan
-
Tengkawang dari Hutan Kalimantan Kini Diburu Brand Dunia, Ini Manfaatnya untuk Kulit dan Rambut
-
Dari Upah Layak hingga Outsourcing, Ini 10 Tuntutan Buruh Kalbar di May Day
-
Siswa Sekolah Swasta di Kalbar Kini Bisa Dapat Beasiswa, Lebih dari 113 Ribu Sudah Terbantu