SuaraKalbar.id - Kasus tindak asusila yang melibatkan anak di bawah umur di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menunjukkan tren peningkatan pada tahun 2025.
Hingga pertengahan Juli, Kepolisian Resor Bengkayang mencatat sedikitnya 36 kasus telah ditangani, melebihi total kasus sepanjang tahun 2024 yang berjumlah 32 perkara.
“Angka tersebut cukup tinggi dan menjadi perhatian serius pihak kepolisian karena sebagian besar pelaku merupakan orang terdekat korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bengkayang, AKP Anuar Syarifudin, Selasa (5/8).
AKP Anuar menegaskan bahwa lonjakan ini menjadi alarm penting bagi semua pihak untuk bertindak lebih serius dalam upaya pencegahan.
Ia menyebut, penegakan hukum harus diimbangi dengan langkah konkret melalui edukasi, sosialisasi, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat.
Dalam upaya tersebut, Polres Bengkayang terus membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk media massa, yang dinilainya sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran publik dan memperluas jangkauan informasi.
“Media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik, mendorong pelaporan kasus, dan menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan kepolisian. Kami berharap media juga aktif dalam menyuarakan perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.
Selain menggandeng media, pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua untuk lebih waspada dalam mengawasi anak-anak, terutama dalam penggunaan media sosial dan konsumsi tontonan digital.
AKP Anuar menyebut bahwa penguatan pendidikan agama juga tak kalah penting sebagai landasan moral sejak usia dini.
Baca Juga: Seorang Pendaki Tewas Tersambar Petir di Gunung Bawang Bengkayang, Enam Orang Lainnya Luka-Luka
“Pendidikan agama juga sangat penting untuk ditanamkan sejak dini, agar anak-anak memiliki pemahaman moral dan etika serta mampu membedakan mana yang baik dan buruk,” katanya.
Polres Bengkayang berkomitmen memberikan penyuluhan dan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai bahaya kekerasan seksual dan cara pencegahannya.
Namun, AKP Anuar menekankan bahwa pencegahan tidak bisa hanya bertumpu pada aparat hukum, melainkan harus dimulai dari lingkungan keluarga.
“Penegakan hukum akan terus kami lakukan sesuai undang-undang, namun pencegahan adalah langkah utama yang harus dilakukan bersama,” tegasnya.
AKP Anuar juga mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap dugaan tindak pidana yang terjadi di lingkungannya, khususnya jika menyangkut keselamatan anak.
“Kamtibmas adalah tanggung jawab bersama. Jangan ragu melapor, karena satu laporan bisa menyelamatkan masa depan seorang anak,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Seorang Pendaki Tewas Tersambar Petir di Gunung Bawang Bengkayang, Enam Orang Lainnya Luka-Luka
-
Kasus Kekerasan Seksual Anak di Pontianak, Dua Nama Muncul Sebagai Terduga Pelaku!
-
Surat Terbuka Ibu Korban ke Prabowo Viral! Kasus Kekerasan Seksual Anak di Pontianak Diambil Alih Polda
-
Anak TKW asal Pontianak Tertular Penyakit Akibat jadi Korban Kekerasan Seksual, Kasus Mandek Setahun
-
Hingga Juni 2025, 128 Anak di Kalbar Jadi Korban Kekerasan! Terbanyak di Kabupaten Sambas
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Antrean BBM Panjang di Pontianak, Warga Sudah Resah: Benarkah Tidak Langka?
-
BRI Peduli Nyepi 2026: 2 Desa di Bali Terima 2.000 Paket Sembako
-
Pedagang Pakaian di Simeulue Sepi Pembeli Jelang Lebaran 2026, Daya Beli Masyarakat Menurun
-
Lonjakan Perdagangan Ternak di Pasar Hewan Aceh Besar Jelang Tradisi Meugang Lebaran 2026
-
6 Sopir Travel Terindikasi Positif Narkoba