- Walhi dan Pantau Gambut mendeteksi 26.484 titik panas di ekosistem gambut Indonesia selama Januari hingga April 2026.
- Kalimantan Barat menjadi wilayah paling terdampak dengan sebagian besar titik panas berada di area konsesi perusahaan besar.
- Lemahnya perlindungan ekosistem gambut dan alih fungsi lahan dinilai menjadi pemicu utama kebakaran hutan yang terus berulang.
Menurutnya, aktivitas PT Mayawana Persada dan PT Equator Sumber Rezeki yang membuka sekitar 6.758,3 hektare lahan telah menggusur habitat orangutan dan memperbesar ancaman kerusakan gambut di Kalimantan Barat.
Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Selatan, Raden Rafiq mengatakan kawasan gambut di area konsesi juga kerap memicu konflik agraria dan kebakaran berulang akibat praktik pengeringan lahan untuk kepentingan bisnis skala besar.
“Masyarakat lokal yang mengelola gambut secara lestari justru tersingkir dan dikriminalisasi, sementara perusahaan yang melakukan pembakaran sering luput dari penegakan hukum,” katanya.
Pantau Gambut menilai penanganan karhutla selama ini masih bersifat insidental dan lebih fokus pada pemadaman saat kebakaran terjadi, tanpa menyentuh akar persoalan berupa perlindungan ekosistem gambut.
Indonesia sendiri memiliki sekitar 13,43 juta hektare lahan gambut tropis yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
Kawasan tersebut menyimpan sekitar 57 gigaton karbon atau sekitar 30 persen cadangan karbon dunia, sehingga dinilai memiliki peran penting dalam pengendalian perubahan iklim global.
Berita Terkait
-
7 Sepatu Lari yang Cocok untuk Cuaca Lembap dan Panas di Kalimantan Barat
-
Minta Maaf, MPR Berhentikan Dewan Juri dan Pembawa Acara LCC Empat Pilar
-
Apa Itu LCC Empat Pilar MPR, Kompetisi yang Kini Menuai Kritik Tajam Publik?
-
Jawaban Cerdas Cermat MPR Viral, Disdikbud Kalbar: Harusnya Bisa Tunjukkan Sikap Kesatria
-
Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar, Sekda Kalbar Sebut Juri Tak Paham Materi Perlombaan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Prabowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'
-
Prabowo Datang ke Titik Karhutla Kubu Raya, Minta Pemadaman Dipercepat
-
Duh! Asap Karhutla Ketapang Mengancam Pontianak hingga Negara Tetangga
-
BRI Group Sabet Enam Penghargaan Bergengsi Finance Asia 2026
-
Pengguna Qlola Tumbuh 42,6 Persen, BRI Hadirkan Tampilan Baru untuk Nasabah Bisnis