alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemuda Kalimantan Panjat Sutet Semalaman, Alasannya Masih Misterius

Husna Rahmayunita Rabu, 11 November 2020 | 14:49 WIB

Pemuda Kalimantan Panjat Sutet Semalaman, Alasannya Masih Misterius
Pemuda di Kalimantan panjat tower sutet semalaman. (dok.kanalkalimantan)

Sempat menolak, MY akhirnya mau turun.

SuaraKalbar.id - Aksi pemuda Kalimantan panjat sutet menggegerkan warga. Tanpa diketahui motifnya, ia semalaman bertahan di puncak sutet.

Saat diminta turun oleh pihak keluarga dan, warga pemuda berinisial MY tersebut menolak.

Ia nekat memanjat tower sutet tegangan tinggi yang berada di jalan A Yani Km 60 Desa Mataraman, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Tim Basarnas Banjarmasin pun turun tangan melakukan negosiasi dan evakuasi terhadap pemuda 23 tahun tersebut. Hingga pada akhirnya, setelah 14 jam evakuasi, MY bersedia turun dari tower sutet.

Baca Juga: Miris! Sembilan Nakes Puskesmas Teriak Bengkayang Positif Corona

Upaya petugas membujuk MY yang ternyata seorang santri di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Hulu Sungai Tengah itu, turun dari atas tower sutet membuahkan hasil, pada Rabu (11/11/2020) sekitar pukul 10:00 Wita.

Dikutip dari Kanalkalimantan.com (jaringan Suara.com), dari keterangan seorang saksi Yeni yang berjualan kelapa di sekitar lokasi sutet mengatakan, dirinya sempat dihampiri pelaku yang ingin meminta kelapa muda.

Pemuda di Kalimantan panjat tower sutet semalaman. (dok.Polsek Mataraman)
Pemuda di Kalimantan panjat tower sutet semalaman. (dok.Polsek Mataraman)

Kemudian pelaku membelah kelapa muda tersebut dengan pisau lipat lalu pergi, meninggalkan sepeda motornya dalam keadaan kunci kontak yang masih menempel. Sementara seorang warga lainnya mengaku sudah melihat MY di puncak sutet.

Kanit Reskrim Polsek Mataraman Ipda Endar lantas membeberkan kronologi evakuasi MY.

Ia mengatakan, saat diajak komunikasi oleh Tim Basarnas Banjarmasin MY mengaku bersedia turun asal di sekitar sutet kosong tak ada warga pada Selasa (10/11) malam.

Baca Juga: Pontianak Zona Merah, 21 Orang Meninggal karena Covid-19

Pemuda itu juga sempat minta disediakan ambulans yang harus standby mengantar dirinya menemui keluarganya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait