alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Artis Prostitusi Online ST Diduga Pesinetron Bawang Putih Berkulit Merah

Pebriansyah Ariefana | Chyntia Sami Bhayangkara Kamis, 26 November 2020 | 15:05 WIB

Artis Prostitusi Online ST Diduga Pesinetron Bawang Putih Berkulit Merah
Penampakan salah satu artis yang ditangkap polisi dalam kasus prostitusi online. (dok polisi)

Instagram artis prostitusi online ST dihapus.

SuaraKalbar.id - Artis pristitusi online ST (27) yang ditangkap polisi dikaitkan dengan sinetron Bawang Putih Berkulit Merah. Diduga artis prostitusi online ST itu salah satu pemainnya. 

Identitas kedua artis muda yang diduga terlibat prostitusi itu banyak dipertanyakan oleh publik.

Publik mengaitkan sosok artis berinisial ST yang dibekuk polisi ini dengan seorang pemain sinetron berjudul Bawang Putih Berkulit Merah.

Spekulasi tersebut semakin menguat saat akun Instagram milik ST mendadak menghilang. Saat ditelusuri Suara.com, akun Instagram milik ST diduga telah dihapus oleh pemiliknya.

Baca Juga: Polisi Gerebek Artis Prostitusi Online MA dan ST Temukan Kondom di Hotel

Akun milik ST yang telah memiliki 253 ribu pengikut itu tak lagi dapat ditemukan di media sosial.

ST mengawali kariernya sebagai seorang pemain seni peran pada 2015 lalu. Tak hanya piawai berakting, ST juga menjajaki kariernya di dunia model.

Penampakan artis MA dan ST yang ditangkap polisi dalam kasus prostitusi online. (dok polisi)
Penampakan artis MA dan ST yang ditangkap polisi dalam kasus prostitusi online. (dok polisi)

Kepolisian Sektor Tanjung Priok menangkap dua artis diduga terlibat dalam prostitusi online. Kedua artis itu berinisial ST (27) dan MA (26).

Keduanya ditangkap bersama seorang pria dan seorang peremnpuan di sebuah hotel di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu (25/11/2020) malam.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Paksi Eka Saputra enggan membeberkan identitas kedua artis muda tersebut.

Baca Juga: Prostitusi Online, Polisi Sita Kondom saat Gerebek Artis MA dan ST di Hotel

"Iya saat ini kami masih proses pendalaman. Nanti lebih jelasnya pada saat rilis," kata Paksi, Kamis (26/11/2020).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait