Warga di Pontianak Diserang Scabies, Dinkes: Tak Perlu Karantina Wilayah

Tak hanya orang dewasa, scabies juga menyerang anak-anak.

Husna Rahmayunita
Kamis, 18 Februari 2021 | 08:50 WIB
Warga di Pontianak Diserang Scabies, Dinkes: Tak Perlu Karantina Wilayah
Anak-anak di Pontianak diserang penyakit aneh, namanya Scabies.(Suara.com/Ocsya Ade CP)

Scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau atau kutu sarcoptes scabiei. Skabies pada anak dapat menyebabkan kulitnya sangat gatal dan luka akibat digaruk. Penyakit ini mudah sekali menular dan perlu segera diobati.

Lanjut Erna menceritakan, awalnya si anak bungsu mengalami gatal-gatal sejak bulan September 2020. Erna kira, itu hanya biang keringat.

"Saya biarkan saja. Eh, lama-lama berisi air. Saat dipecahkan, airnya bernanah. Setelah nanahnya dibuang, tangan anak saya jadi berlubang dan bengkak," ceritanya.

Sejak kejadian itu, kata dia, lalu mengjangkit ke bagian lain. Erna belum mengetahui sumber awal penularan penyakit ini. Namun, di dua gang ini hampir merata terjangkit. Diperkirakan mencapai ratusan orang yang terjangkit.

Baca Juga:Selain Radang Usus, Ustadz Maaher Ternyata Menderita Penyakit Kulit

"Ramai di gang ini yang kena. Ada puluhan orang. Kebanyakan anak-anak yang kena," ujar ibu empat anak ini.

Selasa pagi, kata Erna, ada pihak dari Puskesmas Perumnas I yang mendatangi pemukiman warga terjangkit. Mereka memberikan penyuluhan terkait penyakit massal ini serta pengobatan.

"Kalau kita yang berobat ke puskesmas, sudah sering. Sampai jemu, sampai hafal salep apa yang diberikan. Tapi tidak sembuh juga. Ke dokter spesialis kulit juga sudah kita pergi," katanya.

"Katanya jangan tidur di tilam (alas tidur) dulu selama dua bulan. Sampai tilamnya saya bakar juga tidak sembuh. Baju dicuci pakai bayclin juga sudah," tutupnya.

Kontributor : Ocsya Ade CP

Baca Juga:Novel Sebut Maaher Derita Penyakit Kulit karena Penanganan Medis Buruk

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini