Harga Daging Ayam di Kalbar Turun Pada Maret, Picu Deflasi di Sejumlah Kota

"Potensi resiko bencana alam juga perlu dan terus kita antisipasi sehingga harga pangan yang normal saat ini terus stabil di tengah masyarakat di Kalbar," kata Agus.

M Nurhadi
Sabtu, 03 April 2021 | 11:55 WIB
Harga Daging Ayam di Kalbar Turun Pada Maret, Picu Deflasi di Sejumlah Kota
Ilustrasi daging ayam [digtara.com/goklas]

SuaraKalbar.id - Harga daging ayam di sejumlah kota di Kalimantan Barat terus turun hingga mendekati harga normal, yakni Rp26.000 per kilogram pada Maret 2021. Hal ini mendorong terjadinya deflasi sebesar 0,16 persen.

"Komoditas daging ayam ras memiliki andil untuk menahan laju inflasi di Kalbar atau deflasi sebesar 0,0651 persen. Untuk kelompok makanan lainnya yang turut memberikan andil dalam deflasi yakni udang basah sebesar 0,0621 persen, jeruk sebesar 0,0267 persen, cabai merah sebesar 0,0259 persen, dan bayam sebesar 0,0228 persen," ujar Kepala BPS Kalbar, Mohammad Wahyu Yulianto di Pontianak, Jumat (2/4/2021).

Namun, sejumlah komoditas, ujar dia, mengalami kenaikan pada Maret seperti minyak goreng, cabai rawit, bawang putih, mie, daging sapi, buncis, bawang merah, rokok kretek filter, ketimun, dan kacang panjang.

Dari total 12 kota IHK di Kalimantan, ada delapan kota yang mengalami inflasi dan empat kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 0,68 persen dengan IHK sebesar 108,51, sedangkan inflasi terendah terjadi di Banjarmasin sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 107,09.

Baca Juga:Pemprov Kalbar Bakal Bangun Jembatan Korek-Pasak di Kubu Raya

Ia menambahkan, deflasi tertinggi terjadi di Singkawang dengan besaran 0,50 persen dan IHK sebesar 103,80. Sementara, Pontianak mengalami deflasi sebesar 0,05 persen dengan IHK sebesar 106,21.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Agus Chusaini mengatakan, pandemi COVID-19 dan anomali cuaca masih jadi faktor kuat inflasi di Kalbar. Resiko tersebut di Maret masih terkendali dan harga juga masih stabil sehingga deflasi.

"Potensi resiko bencana alam juga perlu dan terus kita antisipasi sehingga harga pangan yang normal saat ini terus stabil di tengah masyarakat di Kalbar," katanya.

Ia menyakini tingkat inflasi di Kalbar berada sesuai koridor atau sasaran nasional yakni 3 persen kurang lebih 1 persen. Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan TPID provinsi dan daerah sehingga semua dapat terkendali.

"Koordinasi dengan pemerintah daerah melalui TPID terus diperkuat dan maksimalkan," katanya.

Baca Juga:Bejad! Kalah Main Judi, Pedagang Daging Ayam Bunuh Driver Ojek Online

Pola tahunan di Kalbar, tiap kali menjelang atau saat perayaan hari besar agama dan libur panjang nasional maka mengalami inflasi yang dipicu oleh permintaan yang tinggi terhadap pangan strategis. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini