5 Tradisi Unik Suku Dayak, Tak Hanya Kuping Panjang

Berikut lima tradisi Suku Dayak dan maknanya.

Husna Rahmayunita
Rabu, 02 Juni 2021 | 15:12 WIB
5 Tradisi Unik Suku Dayak, Tak Hanya Kuping Panjang
Ribuan masyarakat adat Suku Dayak mengikuti Pekan Gawai Dayak ke-32 di kawasan rumah adat Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (20/5/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

3. Tutang

Puluhan mahasiswa asal Dayak Kalimantan menggelar aksi teatrikal dalam bentuk tarian suku Dayak di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10).
Puluhan mahasiswa asal Dayak Kalimantan menggelar aksi teatrikal dalam bentuk tarian suku Dayak di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10).

Tutang juga disebut sebagai tato. Masyarakat Suku Dayak percaya bahwa tato merupakan simbol dari berbagai kekuatan, hubungan dengan Tuhan, perjalanan kehidupan, dan lain sebagainya.

Sebelum melakukan prosesi penatoan, seseorang harus menjalani berbagai ritual tertentu. Uniknya, tradisi ini bisa dilakukan oleh laki-laki dan perempuan.

Bahkan, tato juga bisa dijadikan penanda kedewasaan seseorang. Bagi laki-laki, tato bunga terong menjadi penanda kedewasaan, sedangkan bagi perempuan, tato tedak kassa yang menjadi penandanya.

Baca Juga:Gaet Pelancong, Naik Dango Dibidik Jadi Agenda Wisata Tahunan Singkawang

4. Tiwah

Apabila di Bali ada upacara Ngaben atau di Sulawesi Selatan memiliki Rambu Solo, di Kalimantan ada tradisi bernama Tiwah.

Mirip ngaben atau rambu solo, tiwah juga merupakan tradisi upacara pemakaman yang dilakukan oleh masyarakat Suku Dayak.

Dalam tradisi ini, jasad orang yang meninggal akan dibakar tulang-belulangnya. Tradisi ini dipercaya dapat mengantarkan arwah menuju dunia akhirat atau Lewu Tatau. 

5. Manajah Antang

Baca Juga:Sejarah Tugu Khatulistiwa, Ikon Wisata Tersohor Pontianak

Ribuan masyarakat adat Suku Dayak mengikuti Pekan Gawai Dayak ke-32 di kawasan rumah adat Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (20/5/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Ribuan masyarakat adat Suku Dayak mengikuti Pekan Gawai Dayak ke-32 di kawasan rumah adat Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (20/5/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Manajah antang bisa dipahami sebagai berburu musuh. Dalam upacara ini, sesepuh Suku Dayak akan berkomunikasi dengan arwah leluhurnya melalui burung antang.

Ini dilakukan untuk mencari keberadaan musuh sebelum peperangan terjadi. Selain itu, saat ini, manajah antang digunakan untuk mencari suatu petunjuk

Itulah 5 tradisi unik Suku Dayak diKalimantan.

Kontributor : Sekar Jati

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini