Makanan khas ini banyak dijumpai pada perayaan-perayaan tertentu seperti Idul Fitri, Idul Adha, atau acara syukuran serta hari-hari penting lainnya.
Uniknya lagi, ketupat colet memiliki beragam bentuk seperti ketupat bawang merah, ketupat bawang putih, ketupat biasa, ketupat jontong, ketupat kumbek dan masih ada beberapa ragam bentuk dari ketupat colet.
Cara penyajiannya juga berbeda dengan cara memakan ketupat pada umumnya.
Ketupat colet didampingi dengan rendang yang dagingnya dipotong kecil-kecil dengan kuah rempah-rempah yang banyak dan kental.
Baca Juga:Nikmati Jantung dunia di Hutan Albazia Kubu Raya
Selain rendang ketupat colet ini bisa juga dinikmati menggunakan serundeng.
Tidak sembarang memakannya, ada teknik khusus agar terlihat seperti orang lokal yaitu ketupat dicoletkan pada masakan daging rendang.
Oleh-oleh atau makanan khas Ketapang satu ini cukup unik, kalau biasanya dendeng terbuat dari daging sapi namun di Ketapang dendeng dibuat dari daging rusa.
Sama halnya dengan dendeng sapi, dendeng rusa juga melalui proses yang sama dengan cara dikuliti dan mulai diiris tipis hingga menyerupai lembaran-lembaran.
Baca Juga:PON Papua: Tiba di Jayapura, Atlet Panahan Kalimantan Barat Lakukan Pemantapan Skill
Kemudian lembaran-lembaran ini direndam di dalam air garam dengan beberapa bumbu lainnya selama satu malam.