Pangeran Syarif Machmud Sebut Pengusiran Ratu Nina Salahi Adat Kesultanan Pontianak

Pangeran Seri Negara Kesultanan Pontianak Syarif Machmud Alkadrie merespons pengusiran yang dialami Maha Ratu Mas Mahkota Sati Nina Widiastuti saat penobatan Tanaya Ahmad.

Chandra Iswinarno
Jum'at, 05 November 2021 | 14:33 WIB
Pangeran Syarif Machmud Sebut Pengusiran Ratu Nina Salahi Adat Kesultanan Pontianak
Momen pengusiran Ratu Nina saat penobatan Tanaya Ahmad sebagai Maha Ratu Kesultanan Kadriah Pontianak pada Minggu (31/10/2021). [Tangkapan layar]

SuaraKalbar.id - Insiden pengusiran Maha Ratu Mas Mahkota Sati Nina Widiastuti, saat berlangsungnya penobatan Tanaya Ahmad menjadi Maha Ratu Kesultanan Pontianak yang dilakukan Sultan ke-IX Kesultanan Kadariah Pontianak PYM Syarif Machmud Melvin Alkadrie, menjadi sorotan kerabat kesultanan.

Respons tersebut disampaikan Pangeran Seri Negara Kesultanan Pontianak Syarif Machmud Alkadrie dalam video yang beredar di media sosial.

Dalam unggahan tersebut, Pangeran Seri Negara mengungkap permintaan maaf atas kejadian tersebut. Bahkan dia meminta semua keturunan Kesultanan Pontianak mengambil sikap. Ia menilai, rangkaian peristiwa yang terjadi tersebut sudah menyalahi adat istiadat Kesultanan Pontianak.

"Saya meminta waris dan ahli waris Kesultanan Pontianak lainnya untuk bersama-sama mengambil sikap karena kejadian rangkaian itu menyalahi adat istiadat dan semangat pendiri Kesultanan Pontianak," katanya seperti dikutip Suara.com pada Jumat (5/11/2021).

Baca Juga:Pangeran Seri Negara Minta Maaf Soal Pengusiran Ratu Nina dari Istana Kesultanan Pontianak

Dalam kesempatan tersebut, Pangeran Seri Negara mengungkapkan permohonan maaf lantaran menimbulkan kegaduhan.

"Sekali lagi, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas kejadian tersebut."

Diketahui sebelumnya, Pangeran Seri Negara Kesultanan Pontianak Syarif Machmud Alkadrie melalui rekaman video yang disebar ke media sosial mengucapkan permohonan maaf kepada warga Kota Pontianak.

"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat se-nusantara khususnya Kota Pontianak atas insiden itu," katanya pada Kamis (4/11/2021) malam.

Menurut Syarif Machmud, insiden tersebut sangat tidak pantas terjadi di tempat yang sakral. Sebab, Istana Kesultanan Kadriah Pontianak yang didirikan Sultan Syarif Abdurrahman bukan milik perorangan. Melainkan milik semua keturunan Sultan Syarif Abdurrahman.

Baca Juga:Kronologi Versi Anak Sultan Pontianak yang Diusir

“Maka dari itu, saya sebagai Pangeran Seri Negara Kesultanan Pontianak mendukung pernyataan sikap Zuriat Alkadrie yang disampaikan di Makam Kesultanan Pontianak Batu Layang. Karena insiden tersebut sangat berdampak terhadap marwah Kesultanan Pontianak,” katanya.

REKOMENDASI

News

Terkini