Wacana Duetkan Muhaimin Iskandar-Prabowo Subianto di Pilpres 2024, Analis Politik: Bentuk Kebingungan PKB

Munculnya duet nama Muhaimin Iskandar-Prabowo Subianto untuk maju dalam Pilpres 2024 dinilai sebagai bentuk kebingungan PKB yang ingin memajukan ketua umumnya menjadi presiden

Chandra Iswinarno | Bagaskara Isdiansyah
Kamis, 03 Februari 2022 | 16:33 WIB
Wacana Duetkan Muhaimin Iskandar-Prabowo Subianto di Pilpres 2024, Analis Politik: Bentuk Kebingungan PKB
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Dok: DPR)

SuaraKalbar.id - Munculnya wacana menduetkan Muhaimin Iskandar dengan Prabowo Subianto untuk maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 dinilai hanya sebagai bentuk kebingungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ingin memajukan ketua umumnya sebagai calon presiden (capres) namun tidak berbuah manis.

Pernyataan tersebut disampaikan Analis Politik dari Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno merespons munculnya dukungan dan juga wacana untuk menduetkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Ya tentu ini sebagai bentuk kebingungan PKB yang ingin memajukan Cak Imin tapi belum berbuah manis tidak ada yang nyambut. Saya melihat Gerindra tidak merespon apa pun karena Gerindra menganggap itu tidak terlalu penting untuk direspon," katanya mengutip Suara.com pada Kamis (3/2/2022).

Adi pun menyatakan, wacana Cak Imin-Prabowo hanya sebatas lucu-lucuan saja. Lantaran menurut pandangannya, PKB dan Cak Imin sengaja menyasar tokoh-tokoh yang mempunyai kendaraan politik yang besar.

Baca Juga:Muncul Usulan Prabowo-Cak Imin Berduet Maju Pilpres 2024: Cuma untuk Lucu-lucuan Saja?

"Saya lihat itu lucu-lucuan aja lah. Lucu-lucuan bagian dari meramaikan menuju 2024," katanya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, PKB kemungkinan besar ingin mendapat keuntungan elektoral dari upaya tersebut.

"Nah PKB dan Cak Imin ini menyasar tokoh-tokoh dan figur-figur dan ketua umum partai punya kendaraan besar. Kan bukan hanya dengan Prabowo dulu misalnya sempat terdengar Cak Imin dianggap cocok dengan Airlangga Hartarto. Dianggap cocok dengan Anies dianggap cocok dengan Ridwan Kamil nih sebenarnya PKB maunya dengan siapa?," ujarnya.

"Kok jadi semua yang punya nama besar dianggap cocok. Makanya saya bilang ini bagian dari lucu-lucuan aja," sambungnya.

Untuk diketahui, PKB mulai membuka opsi menjadikan Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden di tengah upaya PKB menjadikan ketua umum mereka itu sebagai calon presiden.

Baca Juga:Pertimbangkan Usulan Duet Pilpres, Cak Imin Ketum PKB "Kontak" Teman-teman Prabowo Subianto di Gerindra

Opsi itu muncul seiring adanya deklarasi untuk pasangan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024. Deklarasi itu salah satunya datang dari Barisan Prabowo-Muhaimin di Monumen Perjuangan Rakyat, Bandung Jawa Barat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini