facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Konflik Lahan, Dua Warga di Ketapang Diduga Ditembak Aparat Saat Panen Sawit

Denada S Putri Minggu, 29 Mei 2022 | 12:24 WIB

Konflik Lahan, Dua Warga di Ketapang Diduga Ditembak Aparat Saat Panen Sawit
Warga yang diduga ditembak anggota Brimob Kalbar saat panen sawit. [Istimewa]

"Mediasi sudah sering, tapi tidak ada kesepakatan, dari pihak desa sampai kecamatan," ujarnya.

Anggota Brigade Mobile (Brimob) Polda Kalbar diduga menembak warga di perkebunan kelapa sawit, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Insiden itu mengakibatkan dua warga terkena tembak peluru hampa, adalah Ji'i dan Suharjo. Tembakan tersebut terkena pada bagian punggung warga. 

"Tembakan ke arah warga tersebut dan mengenai bagian punggung," kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan saat dikonfirmasi Suara.com, Sabtu (28/5/2022).

"Anggota sudah mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak 3 kali, tetapi pelaku tidak mengindahkannya," sambungnya lagi.

Baca Juga: Tarik Paksa Sepeda Motor di Kembangan Jakbar, Debt Collector Ditangkap Warga

Jansen mengungkapkan salah satu warga bernama Suharso merupakan pelaku kasus pencurian kelapa sawit dan masuk daftar pencarian orang.

"Anggota kita melakukan langkah penegakan hukum karena melakukan perlawanan," ungkapnya.

Kejadian itu terjadi pada Sabtu sekitar jam 12.00 WIB. Sebanyak 17 orang personel pelayanan dan keamanan (yankam) PT Arrtu Estate Kemuning perkebunan sawit itu bergerak menuju lahan yang diklaim sepihak oleh Suharjo. 

Setibanya dilokasi, anggota langsung melakukan imbauan supaya tidak melakukan panen di wilayah perkebunan perusahaan.

 "Ada 40 orang warga dipimpin Suharjo alias Ujang Halus sedang melakukan aktivitas panen kelapa sawit. Imbauan tak diindahkan, sehingga dilakukan penangkapan," katanya lagi.

Baca Juga: Hampir Sepekan Banjir Rob di Pekalongan Belum Surut, Ratusan Warga Masih Mengungsi

Saat anggota akan melakukan penangkapan dengan persuasif, keluarga Suharjo tidak terima dan sejumlah warga mengeluarkan senjata tajam berupa parang hingga mengejar anggota. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait