facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Konfirmasi Presiden Joko Widodo akan Bertemu Putin, Mahfud MD: Apa Masalahnya?

Bella Senin, 20 Juni 2022 | 21:18 WIB

Konfirmasi Presiden Joko Widodo akan Bertemu Putin, Mahfud MD: Apa Masalahnya?
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Dirinya juga mengonfirmasi rencana pertemuan tersebut akan dilakukan pada 30 Juni 2022 mendatang.

SuaraKalbar.id - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengungkapkan rencana pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin adalah agenda Presiden.

"Ya, itu agenda Presiden. Saya kira apa masalahnya? Kan cuma mau ketemu," kata Mahfud di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

Dirinya juga mengonfirmasi rencana pertemuan tersebut akan dilakukan pada 30 Juni 2022 mendatang.

Kantor Berita Rusia TASS pada 14 Juni 2022 menyebut Presiden Putin akan bertemu mitranya dari Indonesia, Presiden Jokowi di Moskow pada 30 Juni 2022.

Baca Juga: Doa untuk Suporter Persib yang Meninggal Awali Laga Bali United vs Persebaya

Hal tersebut diungkapkan seorang sumber Kremlin kepada TASS dengan mengatakan kunjungan tersebut termasuk kunjungan penting.

"(Kunjungan kenegaraan) itu ada tim sendiri," kata Mahfud.

Sumber TASS menyebut Indonesia adalah mitra penting Rusia di bidang politik maupun ekonomi. Sumber itu juga mengungkapkan bahwa Indonesia tahun ini juga memegang jabatan Kepresidenan G20.

Pada 29 April 2022 lalu, Presiden Jokowi telah menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengonfirmasi akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali melalui percakapan via telepon dengan Presiden Jokowi pada 28 April 2022 pukul 19.00 WIB.

Dalam percakapan itu, Presiden Jokowi meminta Presiden Putin agar mengakhiri perang dengan Ukraina.

Baca Juga: Link Live Streaming Bali United vs Persebaya, Piala Presiden 2022 Segera Berlangsung

G20 telah mengutuk invasi Rusia di Ukraina yang kini telah memasuki pekan kesembilan. Invasi itu telah meningkatkan ketegangan geopolitik, mengancam ekonomi global, dan memicu krisis kemanusiaan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait