Bangga, Stik Keladi Singkawang Jadi Cemilan di G20, Heronimus Hero: Talas Menyapa Dunia

Pangan lokal kita melimpah mulai ubi, talas, sagu dan lainnya. Kalau tidak dimanfaatkan mempengaruhi ketahanan pangan. Meski produksi tanpa dimanfaatkan akan rentan

Bella
Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:08 WIB
Bangga, Stik Keladi Singkawang Jadi Cemilan di G20, Heronimus Hero: Talas Menyapa Dunia
Kepala Dinas Ketahan Pangan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero menunjukkan stik keladi (ANTARA/Dedi)

SuaraKalbar.id - Stik keladi Singkawang menjadi salah satu menu kudapan yang akan disajikan dalam forum G20 di Bali.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero mengatakan itu artinya saat ini talas Singkawang telah menyapa dunia.

Selain itu, camilan itu membawa kebanggaan tersendiri bagi pemerintah provinsi  karena produk UMKM berupa stik keladi Singkawang bisa menjadi camilan dalam G20.

"Kami sangat bangga dan bersyukur stik keladi bisa menjadi cemilan di forum G20. Jadi saat ini talas Singkawang sudah menyapa dunia," katanya di Pontianak, Senin.

Baca Juga:Sempat Menyerang Sejumlah Warga saat Mandi, Seekor Buaya Berhasil Ditangkap Warga Sungai Pinyuh

Dirinya mengungkapkan bahwa pangan lokal termasuk keladi di Provinsi Kalbar memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan.

Selain itu, dirinya menilai sudah saatnya masyarakat menggunakan pangan lokal sebagai alternatif dalam memenuhi gizi atau nutrisi. Hal itu sebagai upaya pemanfaatan potensi yang ada.

"Pangan lokal kita melimpah mulai ubi, talas, sagu dan lainnya. Kalau tidak dimanfaatkan mempengaruhi ketahanan pangan. Meski produksi tanpa dimanfaatkan akan rentan," kata dia.

Menurutnya, pangan lokal dapat dimanfaatkan secara berlapis mulai dari hulu hingga hilir. Petani harus dibantu dengan membeli bahan bakunya.

"Diversifikasi pemanfaatan pangan lokal juga dapat membantu nilai tukar petani. Dengan hal itu hasil tani bisa diserap dan menjadi sumber pendapatan," katanya.

Baca Juga:Daftar Pakaian Adat Indonesia di 37 Provinsi, Kerap Dipamerkan Jokowi

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Singkawang Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Bujang Syukri juga mengungkapkan, produk lokal dari Singkawang bisa menyapa dunia di pertemuan G20 tidak terlepas dari peran semua pihak baik dari petani, pelaku UMKM maupun lainnya.

News

Terkini

semoga TNI semakin profesional, modern dan tangguh, serta senantiasa bersinergi dengan Polri dan seluruh elemen bangsa

News | 11:09 WIB

Jadi data korban meninggal 131 orang

News | 10:41 WIB

Pitt mencekik salah satu anak dan memukul wajah yang lain. Mencengkeram kepala Jolie dan mengguncangnya

Lifestyle | 09:37 WIB

Kami mau mengajak semua masyarakat Indonesia untuk berani speak up dan menolak terhadap segala bentuk kekerasan, sekali lagi segala bentuk kekerasan

Lifestyle | 09:21 WIB

Tribun penonton di Kanjuruhan belum 'single seat' sehingga tidak terukur. Inilah yang membuat ada pihak yang mengatakan 40 ribu atau 45 ribu orang di sana

News | 08:05 WIB

Dugaan sementara, sumber ledakan tersebut berasal dari dalam tabung Biogas yang didalamnya berisi sekitar 20 persen dari 10 ribu kubik gas

News | 21:03 WIB

Tim DVI kerja sama dengan persatuan dokter forensik Jatim dan seluruh rumah sudah identifikasi. Sampai hari ini ada 125 korban meninggal dunia, tidak ada tambahan

News | 20:41 WIB

Army Indonesia untuk korban Kanjuruhan (Tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia)

News | 20:24 WIB

Dari hasil sidang, Arema FC dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebagai tuan rumah dan harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari Malang

News | 20:06 WIB

Saya prihatin sekaligus meminta maaf jika di dalam pengamanan yang berjalan terdapat kekurangan

News | 19:36 WIB

Menurut pelapor, dalam melakukan 'roasting' kepada korban, terlapor menggunakan kata yang kurang sopan. Atas kejadian tersebut korban merasa dicemarkan nama baiknya

News | 19:25 WIB

Kepada saudara ketua panitia pelaksana Abdul Haris, sebagai ketua pelaksana pertandingan tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup

News | 19:00 WIB

Vihara ini merupakan yang termegah di Kota Singkawang dan dipastikan akan menjadi destinasi wisata religi baru di kota ini

News | 18:28 WIB

kami mediasi dengan pihak majikan yang menahannya selama 17 tahun, dan pihak majikan tersebut juga telah membayar upahnya yang tidak pernah dibayar selama 17 tahun

News | 17:49 WIB

Sudah disampaikan pada saat apel lima jam sebelumnya. Jadi ini memang kami melihat ada tindakan preventif yang sudah dilakukan, dari internal kepolisian

News | 17:20 WIB
Tampilkan lebih banyak