Mantan Koruptor Romahurmuziy Kembali Terjun ke Politik, KPK Menghormati

KPK pada prinsipnya menghormati hak setiap mantan narapidana korupsi, sepanjang memang tidak dibatasi oleh putusan pengadilan terkait pencabutan hak politik

Bella
Senin, 02 Januari 2023 | 21:21 WIB
Mantan Koruptor Romahurmuziy Kembali Terjun ke Politik, KPK Menghormati
Terpidana mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (tengah) atau Rommy, dijemput tim kuasa hukumnya, saat keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) K4, di Gedung KPK , Jakarta, Rabu (29/4/2020). [ANTARAFOTO/Reno Esnir]

SuaraKalbar.id - M Romahurmuziy alias Rommy kembali terjun ke politik meski pernah menjadi terpidana kasus korupsi.

Saat ini Rommy menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Terkait hal itu, Kepala Bagian Pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, KPK menghormati hak dari Romy sebagai mantan terpidana kasus korupsi sebagai WNI dalam berserikat, berkumpul, dan beraktivitas dalam lingkungannya masing-masing, termasuk kegiatan politik.

"KPK pada prinsipnya menghormati hak setiap mantan narapidana korupsi, sepanjang memang tidak dibatasi oleh putusan pengadilan terkait pencabutan hak politik," kata Ali Fikri melalui keterangannya pada Senin (2/2/2022).

Baca Juga:Polisi Tangkap Dua Pencuri yang Bobol Rumah Jaksa KPK di Kota Yogyakarta

Sebelumnya, Rommy pernah terjerat perkara suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama Tahun 2018-2019. Saat itu Rommy memangku jabatan sebagai Ketua Umum PPP.

"Tentu aktivitas (politik) tersebut setelah para pihak menyelesaikan masa hukumannya," kata Ali.

Dirinya mengungkapkan bahwa hukuman bagi para narapidana sepatutnya tidak hanya dimaknai sebagai hukuman untuk memberi efek jera.

Namun, kata Ali, juga sebagai pembelajaran bagi dia dan juga masyarakat agar tidak kembali terjerat tindak pidana korupsi.

Meski begitu, KPK tetap berharap Rommy dapat menyampaikan pesan kepada lingkungannya bahwa efek jera dari penegakan hukum tindak pidana korupsi itu nyata, tidak hanya berimbas pada diri pelakunya tetapi juga terhadap keluarga dan lingkungannya.

Baca Juga:Pencuri Berkas Haryadi Suyuti di Rumah Jaksa KPK Ditangkap

"Hal ini patut menjadi pembelajaran kita bersama. Terlebih salah satu pelaku korupsi terbanyak yang ditangani KPK adalah produk dari proses politik, baik yang berkiprah pada ranah eksekutif maupun legislatif," ujarnya. Antara

News

Terkini

Uang sebesar itu ludes digunakan AA untuk bermain judi online dan membeli narkoba jenis sabu, dan sampai saat ini kami masih mendalami kasus tersebut

News | 20:39 WIB

Kami semua panik, lalu saya beserta karyawan saya dan pengunjung lainya berupaya menolong dan membawanya di atas kursi panjang

News | 19:51 WIB

Curah hujan tinggi dan faktor lainnya dalam beberapa hari ini mengakibatkan banjir. Hujan kemarin membuat ketinggian air di jalan jadi 60 centimeter

News | 10:29 WIB

Setelah diperiksa, wanita tersebut memiliki gangguan kejiwaan

News | 18:34 WIB

WO adalah otak dari pencurian di dua TKP tersebut, saat ini DE beserta barang bukti 1 Unit Sepeda Motor Trail Merk HONDA CRF

News | 17:08 WIB

Korban meninggal dunia dan mengalami luka robek terbuka pada bagian leher sebelah kiri, luka memar di bagian kepala bagian belakang

News | 16:26 WIB

Kasih motor trail karena jalan desa masih jeleek, lhaa kenapa gak benerin jalaan aja dari pada beliin motor

News | 20:03 WIB

Sumber api diduga berasal dari Yayasan atau Kantor MABT Singkawang, namun untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian

News | 19:08 WIB

Cita-cita beliau juga belum terselesaikan. Makanya harus berkelanjutan

News | 18:53 WIB

Harga ayam sudah turun. Sebelumnya saat menyambut Imlek di atas Rp30.000 per kilogram dan sekarang tinggal Rp26.000 per kilogram,

News | 23:28 WIB

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Korban memang diketahui tidak mahir dalam berenang.

News | 18:14 WIB

Sebelumnya pelaku pernah melakukan pembakaran kasur, namun cepat ketahuan dan dipadamkan

News | 21:32 WIB

Kedua pelaku warga Semarang yang berdomisili di Kubu Raya, saat ini kedua pelaku itu sudah ditangkap untuk proses hukum lebih lanjut

News | 21:55 WIB

Dari keterangan yang kami terima korban mandi menggunakan kemban di jamban lanting dan hingga saat ini belum kembali, hingga diduga korban tenggelam di sungai Mendalam

News | 20:13 WIB

Dari hasil penyelidikan korban meninggal diduga karena penyakit epilepsi

News | 09:14 WIB
Tampilkan lebih banyak