Gemawan Gelar Pelatihan Masyarakat Peduli Api di Sambas

Kami telah melakukan asesmen dan pemetaan untuk mengidentifikasi kawasan yang terbakar pada tahun-tahun sebelumnya

Bella
Kamis, 08 Agustus 2024 | 15:12 WIB
Gemawan Gelar Pelatihan Masyarakat Peduli Api di Sambas
Gemawan saat melakukan Pelatihan Masyarakat Peduli Api di Sambas. (Suara.com/Ist)

SuaraKalbar.id - Dalam upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan, organisasi Gemawan mengadakan pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, dari 6 hingga 7 Agustus 2024, di Aula Kantor Desa Sengawang, Kecamatan Teluk Keramat, dengan partisipasi dari empat desa yakni Desa Sengawang, Teluk Kaseh, Semate, dan Merubung.

Pelatihan ini melibatkan berbagai pihak seperti BPBD Sambas, UPT KPH Wilayah Sambas, Manggala Agni, dan GRID sebagai narasumber yang berbagi keahlian dan pengetahuan terkait penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Lani Ardiansyah, selaku Project Manager dari inisiatif ini, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari sesi peningkatan kapasitas masyarakat peduli api, yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di Kabupaten Mempawah.

"Kami telah melakukan asesmen dan pemetaan untuk mengidentifikasi kawasan yang terbakar pada tahun-tahun sebelumnya. Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat peduli api," ujar Ucup.

Baca Juga:Mempawah Siaga Bencana Asap, Titik Api Muncul di 7 Kecamatan

Lani Ardiansyah, menekankan pentingnya kolaborasi antar pihak dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang merupakan masalah bersama.

"Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya masalah masyarakat Desa Sengawang, Teluk Kaseh, Semate, dan Merubung, tetapi masalah kita bersama," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa akan ada workshop lanjutan di tingkat kabupaten yang melibatkan lebih banyak pihak, sebagai upaya membangun kerjasama yang lebih kuat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Dalam sesi penutupan, Lani juga mendorong pemanfaatan lahan yang sebelumnya kosong untuk kegiatan produktif seperti budidaya pertanian, sebagai langkah preventif untuk menghindari kebakaran di masa depan.

"Ketika lahan itu menjadi produktif insyaallah lahan itu bisa dijaga bersama," tutupnya.

Baca Juga:Kabut Asap Menguat, WALHI Desak Respons Cepat Pemda Kalbar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak