Sejarah dan Asal-Usul Suku Dayak: Jejak Leluhur di Kalimantan

Suku Dayak, penghuni asli Kalimantan, berasal dari migrasi Austronesia ribuan tahun lalu. Mereka hidup komunal, mempertahankan tradisi lisan,

Bella
Jum'at, 14 Maret 2025 | 18:08 WIB
Sejarah dan Asal-Usul Suku Dayak: Jejak Leluhur di Kalimantan
Ilustrasi asal-usul suku dayak. (Kemenparekraf.go.id)

Rumah panjang ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga simbol solidaritas dan identitas kolektif mereka.

Menurut Ethnography of the Dayak oleh H.H. Riswan, rumah panjang bisa menampung puluhan keluarga, menunjukkan betapa eratnya ikatan sosial dalam masyarakat Dayak.

Kontak dengan dunia luar mulai terjadi ketika pedagang dari Tiongkok, India, dan kemudian Arab datang ke Kalimantan sekitar abad ke-7 hingga ke-13.

Catatan sejarah Tiongkok, seperti yang dikutip dalam Southeast Asia in the Age of Commerce karya Anthony Reid, menyebutkan adanya perdagangan barang seperti damar, rotan, dan emas dengan penduduk asli Kalimantan.

Baca Juga:Bocah 6 Tahun Diterkam Buaya di Sungai Simpang Aur Kubu Raya, Pencarian Masih Terus Dilakukan

Namun, pengaruh ini lebih terasa di wilayah pesisir, sementara Dayak di pedalaman tetap mempertahankan cara hidup tradisional mereka.

Pengaruh Kolonial dan Modernisasi

Masuknya kekuatan kolonial, terutama Belanda pada abad ke-17, membawa perubahan besar bagi suku Dayak. Belanda berusaha menguasai Kalimantan untuk mengeksploitasi sumber daya alamnya, seperti kayu dan mineral.

Dalam buku The Decline of the Dayak Chieftainship karya J.J. Kusni, dicatat bahwa Belanda sering kali memanfaatkan konflik antar suku untuk memperkuat kontrol mereka, termasuk memicu peperangan antara Dayak dan kelompok lain seperti suku Banjar.

Pada masa ini, praktik "ngayau" atau perburuan kepala menjadi sorotan. Ngayau awalnya merupakan ritual suci dalam budaya Dayak untuk membuktikan keberanian dan mendapatkan berkah dari leluhur.

Namun, di bawah tekanan kolonial, praktik ini kadang-kadang dimanfaatkan untuk melawan musuh atau menunjukkan resistensi terhadap Belanda.

Baca Juga:Banjir di Kalimantan Barat Meluas, 2 Korban Meninggal Dunia

Meski begitu, ngayau perlahan ditinggalkan seiring masuknya agama Kristen dan Islam serta modernisasi pada abad ke-20.

Setelah kemerdekaan Indonesia, suku Dayak menghadapi tantangan baru: integrasi ke dalam negara modern sambil mempertahankan identitas budaya mereka.

Pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan deforestasi besar-besaran mengancam habitat tradisional mereka.

Namun, Dayak juga menunjukkan ketahanan dengan tetap melestarikan tradisi seperti upacara Tiwah dan seni ukir, yang kini diakui sebagai warisan budaya nasional.

Jejak Leluhur yang Tetap Hidup

Hingga kini, suku Dayak—dengan ratusan sub-etnis seperti Ngaju, Iban, Kayan, dan Punan—terus meninggalkan jejak leluhur mereka di Kalimantan.

Mereka bukan hanya saksi sejarah pulau ini, tetapi juga penjaga kearifan lokal yang mengajarkan harmoni dengan alam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini