- Helikopter PK-CFX lepas landas dari Melawi menuju Kubu Raya pada Kamis, 16 April 2026, membawa delapan orang penumpang.
- Pesawat hilang kontak tanpa sinyal darurat sebelum ditemukan tim gabungan di kawasan hutan perbukitan Sekadau yang terjal.
- Seluruh delapan penumpang termasuk petinggi perusahaan meninggal dunia dalam kecelakaan yang kini dalam penyelidikan mendalam pihak KNKT.
Fakta ini menunjukkan bahwa penerbangan tersebut bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan bagian dari aktivitas operasional penting perusahaan.
6. Lokasi Jatuh di Medan Sulit Dijangkau
Helikopter ditemukan di kawasan hutan perbukitan Sekadau dengan kondisi geografis yang terjal dan sulit diakses. “Lokasi kejadian berada di wilayah yang sulit dijangkau dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit berjalan kaki,” jelas Pipit Rismanto.
7. Evakuasi Tidak Dilakukan pada Malam Hari
Meski lokasi jatuhnya helikopter ditemukan pada sore hari, proses evakuasi tidak langsung dilakukan malam itu juga. Keputusan tersebut diambil demi keselamatan tim SAR, mengingat medan ekstrem dan keterbatasan pencahayaan.
Baca Juga:Nasib Tragis Bos Perusahaan Malaysia, Tewas Usai Helikopter Jatuh di Hutan Rimba Kalbar
8. Penyebab Masih Diselidiki KNKT
Hingga kini, penyebab helikopter jatuh di Sekadau masih dalam penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Investigasi dilakukan untuk mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan, termasuk kondisi teknis dan cuaca saat penerbangan berlangsung.
Tragedi helikopter PK-CFX di Sekadau bukan hanya soal hilangnya sebuah penerbangan. Di dalamnya, ada perjalanan kerja yang terhenti, ada tanggung jawab yang tak sempat diselesaikan, dan ada sosok-sosok penting yang kini tinggal nama.
Kini, yang tersisa bukan hanya fakta-fakta, tetapi juga pertanyaan besar tentang apa yang sebenarnya terjadi di udara sebelum helikopter itu jatuh.
Baca Juga:Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya