SuaraKalbar.id - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji buka suara terkait kabar yang menyebut pelajar pemakinya yang dipolisikan dibela banyak pengacara.
Sutarmidji santai menanggapi kabar tersebut. Ia tak gentar meski ada banyak pengacara yang mendukung pelajar tersebut.
“Jadi mau 5 pengara ataupun 100 pengara nggak papa. Kita ketemu, kita bicarakan nggak papa. Masalah akhir dari ini gimana itu biar proses,” ujarnya seperti dikutip dari Suarakalbar.co.id (jaringan Suara.com).
Pria yang karib disapa Bang Midji tersebut menegaskan kalau pelajar yang pemakinya masih di bawah umur, sehingga ia meminta para pengacara mempertimbangkan langkah yang akan diambil.
“Masalahnya yang perlu dipikirkan oleh mereka ini bukan mahasiswa tapi anak dibawah umur. Pengacara mereka silakan dia berdiskusi siapa yang harus bertanggungjawab atas kasus ini supaya tak terulang,” sambungnya.
Ia pun mempersilakan pihak seterunya untuk mencari pengacara guna menghadapi proses hukum.
"Ya siapkan pengacara yang banyak kalau perlu cari darimana dan nanti kita bicara," tandas Sutarmidji.
Untuk diketahui, Sutarmidji melaporkan perempuan yang memakinya saat demo UU Omnibus Law di depan Kantor Gubernur Kalbar belum lama ini.
Bersamaan dengan itu muncul permintaan maaf dari perempuan yang melontarkan cacian kepada Sutarmidji.
Baca Juga: Empat Hari Isolasi Mandiri, Sutarmidji Akhirnya Negatif Covid-19
Permintaan maaf si pelajar itu diunggah dalam akun Instagram @pontianakinformasi.
Dalam video, dia mengaku sebagai pandemo di depan kantor Gubernur Kalbar. Dia mengaku omongannya tidak bermoral.
"Saya salah satu peserta aksi 10 November 2020 di depan kantor Gubernur Kalimantan Barat, dengan ini meminta maaf kepada Gubernur Kalbar, Bapak H. Sutarmidji, atas bahasa saya yang bernuansa imoral, dan tidak berkenan. Sekali lagi saya minta maaf. Mari bersama-sama kita bersinergi membangun Kalimantan Barat," kata perempuan itu.
Kendati begitu, orang nomor satu di Kalbar menegaskan meski pendemo tersebut telah menyampaikan permohonan maaf, namun proses hukum tetap berjalan.
"Permintaan maaf itu urusan lain. Silakan mau minta maaf 1000 kali pun nggak papa. Masalah hukum yang masalah hukum, hadapi. Kita generasi yang intelek ya hadapi," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Kolaborasi PUBG Mobile dan Peaky Blinders Hadirkan Thomas Shelby
-
Gotong Royong Petugas Gabungan Bersihkan Rumah Warga dan Gereja Pascabanjir Sekadau Hulu
-
OJK Hentikan 2.263 Entitas Pinjaman Online Ilegal
-
4 Cushion Lokal dengan Hasil Setara Foundation Cair Mahal, Praktis dan Ramah di Kantong
-
OJK Terbitkan Aturan Teknologi Informasi Perkuat Keamanan Digital BPR dan BPR Syariah