SuaraKalbar.id - Pelaksanaan sekolah tatap muka masih digodok sejumlah daerah. Di Bengkayang, Kalimantan Barat sekolah tatap muka akan digelar mulai awal tahun 2021 sebagaimana arahan pemerintah.
Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang,Gustian Andiwinata mengatakan pihaknya siap menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) 2021 secara tatap muka.
Namun pelaksanan sekolah tatap muka akan dibatasi karena masih pandemi Covid-19.
"Sekolah tatap muka terbatas akan dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2020/2021 yang dimulai pada pekan pertama bulan Januari 2021. KBM tatap muka terbatas tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Pj. Bupati Bengkayang Nomor 420/2706/DISDIKBUD/2020," ujarnya saat dihubungi di Bengkayang, Senin (28/12/2020).
Ia menjelaskan bahwa surat edaran Pj Bupati Bengkayang yang ada tersebut menindaklanjuti SKB empat menteri tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran pada tahun Ajaran 2020/2021 di masa pandemi COVID-19.
Pertimbangkan KBM terbatas mengingat kondisi daerah yang tidak sama untuk seluruh NKRI, dan khususnya di Kabupaten Bengkayang yang akses internet dan listrik belum tersentuh semua wilayah.
"Kondisi ini berbeda dengan daerah lain di Indonesia serta kemiskinan warga yang sulit untuk melengkapi putra atau putrinya dangan gawai pintar (smartphone), laptop dan komputer dan biaya kuota internet Kementeriaan yang tidak semua anak mendapatkan serta banyak lagi permasalahan lainnya. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Bengkayang memutuskan untuk melakukan KBM tatap muka terbatas pada semester genap tahun pelajaran 2020/2021," ujar Gustian.
Dia mengatakan pembelajaran tatap muka terbatas yang akan dilakukan oleh satuan pendidikan harus memenuhi beberapa persyaratan penting.
Pesyaratakan tersebut di antaranya, melengkapi sekolah dengan Prokes yang sudah ditentukan.
Baca Juga: Masuk Kalbar via Jalur Udara, Wajib Bawa Hasil Swab PCR Negatif
Kedua, sekolah mengikuti kurikulum yang dibuat dengan waktu yang tidak lama dan tidak ada istirahat serta masuk dengan bergantian jika ruang kelas tidak mencukupi.
Ketiga, melakukan pengawasan dari lingkungan sekolah sampai di luar dengan anak murid tetap mematuhi Prokes COVID-19 dan memberikan sanksi untuk pelanggar. Keempat, melakukan pemetaan terhadap anak-anak yang berpotensi terkonfirmasi COVID-19.
Kelima, sekolah membuat kesepakatan dengan komite untuk melakukan KBM tatap muka terbatas.
Keenam, sekolah tetap memberikan tugas pada murid yang belum mendapat izin KBM tatap muka terbatas oleh orang tua nya.
Ketujuh, dinas pendidikan dan kebudayaan melakukan sidak dalam kesiapan pihak sekolah. Kedelapan, satuan pendidikan belum boleh melaksanakan KBM tatap muka jika kesiapan masih belum cukup.
Kesembilan, sekolah harus hentikan aktivitas pembelajaran di sekolah jika ada warganya terkonfirmasi COVID-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Kebakaran di Nanga Pinoh di Momen Lebaran 2026, Sejumlah Bangunan Hangus Terbakar
-
Waspada! Potensi Hujan Sedang di Kalbar Hingga Akhir Maret 2026
-
Jangan Langsung Dicuci! Ini Cara Merawat Baju Olahraga Agar Tetap Awet dan Tidak Bau
-
5 Tanda Anak Kekurangan Protein yang Sering Tidak Disadari, Orang Tua Harus Tahu!
-
Antrean BBM Panjang di Pontianak, Warga Sudah Resah: Benarkah Tidak Langka?