Scroll untuk membaca artikel
Bella
Jum'at, 03 Mei 2024 | 16:03 WIB
Parma Sunar, ibu Dimas saat ditemui di kediamanya, di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat pada Kamis (2/5/2424). (SUARA KALBARCOID / Wiwin)

"Almarhum memang anak yang baik, dia selalu riang, bahkan dia bukan lagi karyawan cafe melainkan seperti keluarga. Setiap saya datang salaman pasti tangan saya dicium," ujar Tarosin.

Sebelumnya diberitakan bahwa seorang pria bernama Dimas (20) ditemukan meninggal karena kecelakaan tunggal di Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, pada Minggu (21/04/2024).

Namun, kematian itu menjadi viral setelah sejumlah rekaman video menunjukkan orang-orang yang mengaku kerasukan oleh arwah Dimas, yang mengklaim bahwa ia dibunuh, bukan karena kecelakaan.

Melalui unggahan media sosial oleh akun @pontianak_infomedia pada Kamis (03/04/2024), seorang wanita yang mengaku dirasuki oleh arwah Dimas menceritakan kronologis pembunuhan yang diduga dialami Dimas.

Baca Juga: Heboh Warga Kayong Utara Kesurupan, Kematian Dimas akibat Laka Tunggal Mulai Diragukan, Ternyata Korban Pembunuhan?

Wanita tersebut menyatakan bahwa Dimas diajak ke pantai oleh seseorang, diduga mantan kekasihnya, dan di sana ia dipukuli dari belakang dengan kayu hingga terkapar dan ditarik ke tepi kolam.

Identitas orang yang mengajak Dimas ke pantai dan menyerangnya belum pasti diketahui. Namun, kejadian ini memicu reaksi dari netizen yang menuntut otopsi pada jasad Dimas untuk mengungkap kebenaran.

Beberapa netizen juga mengusulkan agar pihak yang ahli dapat disertakan dalam penyelidikan untuk memastikan kebenaran terungkap.

Load More