SuaraKalbar.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kubu Raya melaporkan bahwa sejak awal tahun 2024 hingga saat ini, sebanyak 25 anak telah menjadi korban kekerasan di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan oleh komisioner KPAID Kubu Raya, Diah Savitri, pada Jumat (tanggal) di Sungai Ambawang.
"Dari Januari hingga Mei ini sudah terdapat 25 anak yang kami tangani," ujar Diah.
Anak-anak tersebut menjadi korban kekerasan fisik maupun seksual, dan KPAID telah melakukan pendampingan terhadap mereka.
Dalam upaya memberikan pendampingan, KPAID tidak bekerja sendirian. Mereka berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB), serta Dinas Sosial Kubu Raya, dan Polres Kubu Raya.
"Kami selalu berkoordinasi dan berjejaring. Di Kubu Raya, setiap adanya kasus, Polres Kubu Raya langsung berkoordinasi dengan KPAID," jelas Diah.
Diah menekankan bahwa tugas dan fungsi KPAID adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Hal ini menjadikan sinergi dengan berbagai pihak sebagai kewajiban guna mewujudkan keadilan bagi anak-anak di Kubu Raya.
"Jadi tugas KPAID Kubu Raya adalah untuk mengoordinasikan dengan pihak-pihak terkait dan apabila anak adalah korban, maka kami akan berkoordinasi dengan DP3KB untuk melakukan pendampingan psikologi dan rohani," tambahnya.
Selain itu, Diah menyoroti pentingnya pola asuh yang tepat dalam menciptakan hubungan yang sehat antara orang tua dan anak. Pola asuh demokratis, yang menekankan komunikasi dua arah dan musyawarah dalam keluarga, dinilai dapat membentuk karakter anak yang mandiri dan kuat sehingga terhindar dari kekerasan.
"Pola asuh yang tepat dapat memenuhi kebutuhan emosional dan perkembangan mental anak, yang pada akhirnya akan melindungi mereka dari kekerasan," tutup Diah.
Baca Juga: Bocah di Kayong Utara jadi Korban Sodomi, Orang Tua Langsung Lapor Polisi
Berita Terkait
-
Bocah di Kayong Utara jadi Korban Sodomi, Orang Tua Langsung Lapor Polisi
-
Polda Kalbar Buka Suara soal Oknum Brimob Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
-
Kenalan dengan Pria saat Nonton Kuda Lumping, Seorang Gadis di Kubu Raya jadi Korban Persetubuhan Anak
-
Dinyatakan Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Melki Sedek Huang Ajukan Pemeriksaan Ulang
-
Tanggapan Melki Sedek Huang Ketua Nonaktif BEM UI usai Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
BRI Dukung Program 3 Juta Rumah dengan Pembiayaan FLPP dan KPP
-
Sebuah Bukti Dedikasi: Mantri BRI Ini Hadir Dampingi UMKM di Kepulauan Talaud
-
Kinerja Makin Solid, BRI Perkuat Transformasi Lewat BRIvolution Reignite
-
KUR BRI Antar Perajin Gula Merah Sumenep Tingkatkan Produksi hingga 2 Kali Lipat
-
Viral Video Tak Senonoh Tayang di Videotron Pemkab Melawi, Begini Dugaan Penyebabnya